logo

Asyiknya Berburu Kuliner di Kampung Ujung Labuan Bajo

Asyiknya Berburu Kuliner di Kampung Ujung Labuan Bajo

07 Oktober 2019 02:30 WIB
Penulis : Syamsudin Walad

SuaraKarya.id - LABUAN BAJO: Ke Labuan Bajo tak lengkap rasanya kalau tidak berburu kuliner seafood. Ada satu kawasan yang nyaman dikunjungi wisatawan untuk makan seafood segar, namanya Wisata Kuliner Kampung Ujung. Tempat kulineran ini ternyata masuk dalam program penataan kawasan wisata premium di Labuan Bajo. Lokasinya berada di pinggiran Pelabuhan Labuan Bajo.

Saat ini Kampung Ujung menjadi destinasi kuliner yang sudah dibenahi. Maka, di sekitarnya bisa dimanfaatkan menjadi spot nongkrong buat wisatawan. Ini pula yang dilakukan rombongan famtrip Afrika Selatan saat makan malam, Sabtu (5/10). Mereka terdiri dari Matthew Sterne (Gateway Magazine) Herman Lensing, Liani Jansen (SARIE and SARIE Food Magazine, Brenda dan Sharon (Smile Radio) serta Penjalin Sega (perwakilan afro-indo) yang ditemani dua orang Kemenpar yang baru bergabung di Labuan Bajo, Didin dan Kamulyadi.

Herman dan Liani yang memang dari majalah food tampak antusias bertanya kepada si penjual warung. Terlebih Herrman yang ternyata punya acara memasak di sebuah televisi di sana. "Aroma bumbunya mengundang selera," kata Herman.

Wujud dari Kampung Ujung ini sendiri banyak deretan gerobak, yang mayoritas menjual masakan dari berbagai menu seafood. Ada macam-macam ikan laut, seperti kakap, kerapu merah, ikan kakatua, serta cumi dan udang. Dijamin ikannya segar karena dijuluki ikan sekali mati yang nutrisinya masih melimpah. Selain itu tekstur ikannya juga berbeda, cenderung lembut dan nikmat saat dimakan.

 "Wow... Besar sekali," ujar Liani melihat ikan yang disuguhkan. Ia tak menyangka ikan yang dipesankan untuknya cukup besar. Namun ia tampak happy. "Bumbu saos ikannya benar-benar lezat," kata Liani yang tampak menikmati ikan kerapu dengan bumbu saos manis. Ia yang mendapat ikan ukuran cukup besar itu pun meminta Sega untuk membantu menghabiskannya.

Semua Peserta famtrip mencicipi olahan ikan Bakar khas Labuan Bajo. Membayangkan lezatnya saja sudah bikin perut keroncongan. Setiap penjual berlomba-lomba mencari pelanggan yang mau makan di warungnya. Namun sebelum melihat deretan warung, Anda harus menuju kasir. Karena di sini sistem pembayarannya deposit menggunakan kartu. 

"Di sini bayarnya pakai kartu, jadi tukar uang kita dulu dengan kartu. Ada deposit jaminan Rp 20 ribu setiap kartunya yang nanti dikembalikan saat mengembalikan kartunya lagi," kata Rizal, pemandu wisata yang menemani rombongan famtrip Afrika selama di Labuan Bajo.

Menurut Rizal dulunya kuliner Kampung Ujung hanya berisi penjaja seafood pinggir jalan layaknya street food pada umumnya. Semenjak dikelola oleh pemerintah setempat, kawasan kuliner ini kini lebih tertata.  Tersedia area santap berkanopi putih layaknya foodcourt di Pasar Ikan Muara Baru. Di bagian depan area santap berjejer gerobak kayu milik penjual olahan seafood segar. 

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kemenpar Nia Niscaya mengatakan, untuk menarik wisman bisa juga melalui pendekatan kuliner. Sebab, Indonesia memiliki beragam jenis kuliner yang layak diangkat ke pasar internasional. "Kita punya banyak jenis makanan atau kuliner yang memiliki cita rasa luar biasa. Tentunya tak kalah jika dibandingkan dengan kuliner-kuliner dari negara lain. Melalui kegiatan famtrip media Afsel ini, kita ingin ajak wisman untuk berwisata kuliner di Indonesia,” ujarnya

Sementara secara terpisah Menpar Arief Yahya mengatakan kuliner memberikan kontribusi tertinggi bagi PDB Ekonomi Kreatif. Pertama itu kuliner 42 persen, yang kedua fashion 18 persen, dan ketiga kriya 15 persen yang masuk dalam kategori belanja. "Wisatawan mengeluarkan 30-40 persen dari total pengeluaran mereka untuk kuliner dan belanja. Bila ditotal, belanja dan kuliner mencapai 75 persen," kata Menpar Arief Yahya.

Editor : Yon Parjiyono