logo

Youtuber Ini Diprediksi Saingi Jurnalrisa Dan Diary Misteri Sara

Youtuber Ini Diprediksi Saingi Jurnalrisa Dan Diary Misteri Sara

Ingga saat menyambangi tempat yang diyakini angker.
24 September 2019 21:35 WIB
Penulis : Agung Elang

SuaraKarya.id - JAKARTA: Kisah-kisah horor atau mistis memang selalu memiliki ruang tersendiri bagi para penggemarnya. Mereka yang percaya akan adanya dunia ghaib, terdiri dari yang memang benar-benar berani, tetapi tidak sedikit pula yang sebenarnya takut, tapi penasaran ingin tahu. 

Cerita dari dunia tak kasat mata ini tidak serta merta datang ke gadget kita, tetapi perlu ada ‘pembawa cerita’ atau orang yang mendatangi lokasi yang dicurigai sebagai tempat berhantu, mencoba merasakan atau melihat dengan mata bathin apakah benar ada mahluk astral di tempat tersebut, lalu berusaha menceritakannya kembali baik itu dalam bentuk tulisan, gambar, foto, atau bahkan video.

Beberapa orang yang memiliki kemampuan dapat melihat mahluk halus atau biasa disebut dengan Indigo pun mulai ramai mengisi dunia digital, yang dengan sangat berani meliput dirinya sendiri di lokasi-lokasi angker, mencoba berinteraksi dengan ‘para penunggu’ yang diyakini tinggal disana, dan bahkan tak jarang juga membiarkan dirinya ‘dirasuki’ atau ‘kemasukan’ hantu di tempat tersebut.

Diantaranya adalah Sara Wijayanto dengan Diary Misteri Sara dan Risa dengan Jurnalrisanya, yang dalam waktu singkat langsung mendapatkan jutaan Subscribers melalui video-video di youtubenya. Suguhan video yang mereka tampilkan cukup menarik. Mereka bisa dengan mudah berkomunikasi dengan mahluk halus, dan menyampaikan cerita sebab-sebab kehadiran mahluk tersebut di sekitar mereka. 

Baru-baru ini, muncul sebuah nama baru di kanal Youtube yang kehadirannya disebut-sebut akan menyaingi kepopuleran Sara dan Risa di genre horror, bertajuk Ingga Penasaran. 

Ingga yang memiliki akun instagram @inggaman ini sendiri adalah sosok pria indigo yang gemar menyambangi lokasi-lokasi angker, yang ingin mewakili rasa penasaran para penggemar horor tanah air untuk ikut membuktikan kebenaran mitos adanya mahluk astral di tempat tersebut.

 “Saya tertarik membuat Konten Youtube bertema horror karena selain memang banyak yang suka, saya juga memiliki kemampuan untuk berinteraksi dengan yang tak kasat mata. Setiap saya mendatangi suatu tempat yang konon ‘angker’, biasanya para ‘penunggu’nya disana sudah antri menyambut saya. Kadang, sebagai manusia biasa saya ada rasa takut juga. Tapi saya percaya, Manusia kan mahluk paling mulia diatas apapun, maka saya selalu lawan rasa takut itu, bahkan, saya datengin mereka, saya ajak ngobrol, hehe,” tutur Ingga.

Dalam perjalanannya ke tempat-tempat berbau mistis, Ingga tidak sendirian.  “Saya kerja bareng dengan Upan, sahabat sekaligus Kameraman dan Editor konten kami ini. Kalau dia sih ga bisa lihat, tapi makin kesini makin sensitif katanya, sudah mulai bisa ‘denger-denger’ yang aneh-aneh juga. Memang kalau sering terlibat, pasti lama-lama bisa merasakan juga,” lanjut ingga, sambil menunjuk rekannya Luthfan, yang akrab disapa Upan.

“Kamana-mana kami cuma berdua. Masuk ke gedung-gedung tua atau ke kuburan juga berdua aja. Paling sekali-sekali produser kami ikut atau kami ajak satu orang teman. Itupun menunggu di luar area biasanya. Bahkan ‘Kuncen’ atau Penjaga lokasi angkernya juga kadang ngga kita ajak masuk. 

Bukannya sombong atau nantang, tapi kami ingin lebih kuat merasakan kehadiran mahluk halus ini. Soalnya, semakin banyak manusia yang ikut, biasanya mereka segan untuk muncul. Jadi sulit buat saya untuk berkomunikasi dengan mereka”, tutur Ingga ketika ditanya berapa orang team didalam Ingga Penasaran.

Dengan tagline “Mereka Memang Benar-benar Ada", nampaknya Ingga Penasaran memiliki optimisme bisa merangkul ribuan bahkan jutaan viewers di youtube dan followers di akun instagramnya, @inggapenasaran. 

“Kami sih optimis konten kami akan banyak subscribers dan viewers nantinya. Kalau dibilang ingin menyaingi Sara Wijayanto dan Jurnalrisa? Yaa, semua punya penggemar masing-masing kan.. Tapi kalau Mbak Sara dan Teh Risa mau diajak collab boleh juga tuh,” tutur Ingga sambil tertawa.

Editor : Dwi Putro Agus Asianto