logo

Penyidik KPK Bidik Tersangka Baru Dalam Kasus Imam Nahrawi

Penyidik KPK Bidik Tersangka Baru Dalam Kasus Imam Nahrawi

tersangka Imam Nahrawi
20 September 2019 19:17 WIB
Penulis : Wilmar Pasaribu

SuaraKarya.id - JAKARTA: Penyidik KPK membidik beberapa lagi tersangka yang menikmati uang suap dan gratifikasi yang diterima mantan Menpora Imam Nahrawi. Sebab, ada dugaan kuat terdapat beberapa pihak lain yang ikut mencicipi uang negara tersebut.

“Ada fakta di mana kami menduga uang tersebut tidak hanya diterima atau dinikmati satu orang," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di Jakarta, Jumat (20/9/2019).

Imam Nahrawi beserta asisten pribadinya secara resmi telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan suap dana hibah oleh KONI dan dugaan penerimaan gratifikasi. Dalam kurun waktu 2014-2018, Imam diduga telah menerima dana totalnya Rp 26,5 miliar. Uang tersebut merupakan commitment fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan oleh pihak KONI kepada Kemenpora TA 2018, penerimaan terkait Ketua Dewan Pengarah Satlak Prima dan penerimaan lain yang berhubungan dengan jabatan Imam selaku Menpora.

KPK menduga Imam menggunakan uang puluhan miliar tersebut untuk kepentingan sendiri sendiri beserta sejumlah pihak lain. Meski begitu, KPK sendiri belum mau membeberkan siapa saja nama-nama yang diduga ikut menikmati uang haram tersebut. Febri menyebut pihaknya masih dalam proses penyidikan guna mendalami peran dan kepentingan pihak-pihak tersebut. "Kami akan dalami lebih lanjut bagaimana sebenarnya rangkaian peristiwanya kepentingannya apa dan siapa saja pihak yang diduga menerima itu akan menjadi concern dari KPK," katanya.

KPK nantinya akan menjadwalkan panggilan kepada sejumlah pihak yang dinilai mengetahui duduk persoalan terkait kasus ini. KPK juga memastikan segera menjadwalkan memeriksa Imam sebagai tersangka. “Kami periksa nanti tapi jadwalnya tergantung perencanaan penyidikan. Penyidik punya strategi dan punya perencanaan siapa yang diperiksa terlebih dahulu. Untuk saksi, apakah saksi dari pihak KONI, pihak Kemenpora atau saksi dari pihak yang lain yang akan diperiksa terlebih dahulu dan kapan pemeriksaan tersangka tentu akan dijadwalkan lagi. Yang pasti pimpinan sudah mengatakan pada prinsipnya segera akan dilakukan proses pemeriksaan terhadap tersangka," katanya.

KPK mengingatkan Imam untuk koperatif dalam proses hukum ini dengan memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik. Apalagi sebelumnya ia telah berjanji akan patuh dan mengikuti proses hukum yang ada. "Saya kira bagus ada pernyataan-pernyataan bahwa akan kooperatif dengan proses hukum. Itu akan membantu proses hukum apa lagi kalau mengakui perbuatannya dan menjelaskan apa adanya yang diketahui atau yang dilakukan meskipun tersangka punya hak ingkar," ujarnya.

Selain patuh pada proses hukum kasusnya, Imam juga telah mengumumkan pengunduran dirinya dari kursi kabinet dan diterima langsung oleh Presiden Joko Widodo.  Atas dasar itu, Jokowi menunjuk Menaker sebagai Plt Menpora.

Jokowi menghormati keputusan KPK. Dia kemudian mengingatkan anak buahnya agar berhati-hati dalam menggunakan APBN karena keseluruhan akan diperiksa oleh lembaga audit. "Hati-hati menggunakan anggaran APBN karena semuanya akan diperiksa kepatuhannya pada perundang-undangan oleh BPK. Kalau ada penyelewengan, urusannya dengan aparat penegak hukum," katanya.

 

Editor : Azhari Nasution