logo

Dianugerahi Gelar Doktor Kehormatan, Panglima TNI Sampaikan Pidato Tentang Membangun SDM Unggul

Dianugerahi Gelar Doktor Kehormatan, Panglima TNI Sampaikan Pidato Tentang Membangun SDM Unggul

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto didampingi Rektor UNS Prof Jamal Wiwoho dan Ketua Senat UNS Prof Adi Sulistyono saat penganugerahan gelar Doktor Kehormatan di UNS Solo
20 September 2019 12:39 WIB
Penulis : Endang Kusumastuti

SuaraKarya.id - SOLO: Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto S.I.P mendapatkan gelar Doktor Kehormatan atau Honoris Causa (HC) bidang Manajemen Sumber Daya Manusia dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Jawa Tengah, Jumat (20/9/2019). Gelar tersebut diberikan dalam sidang senat terbuka UNS di Auditorium GPH Haryo Mataram.

Dalam pidato penganugerahan gelar Doktor Kehormatan tersebut, Panglima TNI menyebutkan satu hal penting dalam membangun bangsa tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri oleh berbagai komponen bangsa.

"Dibutuhkan kerjasama berbagai komponen bangsa untuk mencapai kemajuan dan keunggulan bangsa seperti TNI, lembaga pendidikan, pengusaha, lembaga pemerintah, LSM, serra masyarakat umum," jelas Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dalam pidato pengukuhan berjudul Membangun Sumber Daya Manusia Unggul Dalam Menghadapi Era Perubahan Mewujudkan Indonesia Maju.

TNI memiliki kepentingan terhadap kualitas generasi muda masa depan. Mereka tidak harus menjadi tentara tetapi dengan kualitas dan nasionalisme yang tidak diragukan maka akan menjadi mudah bagi TNI untuk bekerja sama membangun ketahanan nasional melalui pertahanan militer dan non militer.

Dalam pidatonya tersebut Hadi Tjahjanto juga mengatakan upaya TNI tersebut juga merupakan wujud peran serta aktif TNI dalam mewujudkan tujuan nasional. Sementara itu di era revolusi industri 4.0 perkembangan teknologi membuat batas fisik, digital, dan biologis menjadi semakin kabur.

"Oleh karena itu pendidikan saat ini membutuhkan pembenahan secara filosofis menyesuaikan karakteristik era saat ini," paparnya.

Diantaranya adalah keterbukaan, multiguna, super spesialis, terpadu, serta mentalitas kesadaran tentang kultur perubahan. Pada pidatonya tersebut, Panglima TNI juga menyinggung kerja sama antara TNI dengan UNS.

"Pendirian SMA Pradita Dirgantara diinisiasi TNI AU dengan UNS. Sekolah ini dirancang sebagai sekolah unggulan yanh mempunyai karakter kedirgantaraan, kecendikiawanan, dan menjunjung tinggi keimanan serta kompetitif global," jelasnya.

Sementara itu, Rektor UNS, Prof Jamal Wiwoho, dalam sambutannya mengatakan pemberian gelar tersebut semata-mata merupakan suatu penghargaan dan apresiasi kepada Panglima TNI yang mempunyai dedikasi, kontribusi yang luar biasa dan rekam jejaknya yang berhasil mengemban tugas di bidang pembangunan sumber daya manusia bagi kemajuan Indonesia dimasa mendatang.

"Beliau juga dikenal memiliki kemampuan beradaptasi di segala ruang jabatan dan tugas yang telah diemban. Serta memiliki kemampuan mengevaluasi, kemampuan berinovasi, serta memiliki kemampuan melakukan prediksi," kata Rektor.

Dalam sambutannya, rektor juga mengatakan di era disrupsi 4.0 tidak perlu ditakuti apalagi dihindari, namun harus dihadapi dengan pikiran cerdas dan penuh kearifan.

"Mari kita ubah tantangan menjadi peluang meraih kesuksesan, dengan mengimplementasikan kebijakan pilar ke 1 dan 3 Akselerasi UNS menjadi world class university," ujarnya.

Menurut rektor, satu program prioritas Panglima TNI adalah pengembangan sistem pengelolaan SDM TNI yang berbasis kompetensi. Dengan kehadirannya di UNS akan berdampak positif dalam rangka meningkatkan kapasitas sumberdaya IPTEK dan peningkatan karya-karya besar dosen dan mahasiswa UNS dibidang invensi dan inovasi.

Pada kesempatan tersebut, selain menghadiri penganugerahan gelar Doktor Kehormatan, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto juga meresmikan Monumen Pesawat AS-202 Bravo LM-2017 di Danau UNS. ***

Editor : Yon Parjiyono