logo

BNNK Surakarta Gagalkan Pengiriman 50 Kg Ganja Kering Jaringan Sumatera

BNNK Surakarta Gagalkan Pengiriman 50 Kg Ganja Kering Jaringan Sumatera

BNNK Surakarta menggagalkan pengiriman ganja kering jaringan Sumatera-Jawa
16 September 2019 16:54 WIB
Penulis : Endang Kusumastuti

SuaraKarya.id - SOLO: Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Surakarta, Jawa Tengah, menggagalkan peredaran narkotika jenis ganja yang dilakukan jaringan Sumatera-Jawa. Petugas mengamankan ganja kering seberat 50 kilogram (kg) dan menangkap tersangka Anang Arif alias Minarjo, warga Malang, Jawa Timur.

Kepala BNNK Surakarta, AKBP Ridho Wahyudi, kepada wartawan di Kantor BNNK Surakarta, Senin (16/9/2019), mengatakan pengungkapan kasus tersebut berdasarkan laporan masyarakat adanya peredaran ganja ke Jawa Timur dan Jawa Tengah.

"BNNK Surakarta dibantu dari BNN Provinsi Jawa Tengah melakukan pemantauan dan penyelidikan. Ganja tersebut dibawa dengan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dari Pelabuhan Merak melalui jalur tol lintas Jawa," jelasnya.

Modus pengiriman ganja tersebut disimpan dalam koper berdasarkan hasil pemantauan, tanggal 10 September 2019 dikirim kurir dari Malang ke Jakarta melalui Bandara Juanda ke Bandara Soekarno Hatta.

"Kurir dijemput di Bandara Soekarno Hatta menuju Cilegon untuk mengambil paket yang akan dibawa ke Jawa Tengah dan Jawa Timur menggunakan bus AKAP menuju Nganjuk pada Kamis tanggal 12 September," jelasnya.

Bus yang membawa tersangka bersama ganja kering tersebut berangkat dari Malang sekitar pukul 11 pagi dan tiba di Kota Solo pukul 22.40 WIB. Oleh petugas, bus Rosalia Indah tersebut dilewatkan Kota Solo dan berhenti di pemberhentian bus di Jalan Ahmad Yani atau di depan Pasar Ngudi Rejeki Gilingan, Kecamatan Banjarsari Kota Solo.

"Dengan alasan bus mengalami kerusakan, maka semua penumpang diminta turun dan mengambil semua barang bawaannya. Dari sana maka petugas mengetahui siapa yang membawa koper berisi ganja," jelasnya lagi.

Petugas menangkap tersangka dan mengamankan koper berisi ganja kering di pemberhentian bus Rosalia Indah. Dari hasil penggeledahan, petugas juga menemukan narkotia jenis sabu (methampetamin) sebanyak 1,6 gram.

Puluhan kilo ganja kering tersebut dibawa dalam dua koper. Satu koper berwarna coklat berisi 20 bal ganja kering seberat 20 kg dan koper berwarna hijau berisi ganja 30 bal seberat 30 kg.

"Petugas menemukan tiga lintingan berisi serbuk kristal yang merupakan narkotika jenis sabu. Dari tiga lintingan tersebut satu diantaranya telah kosong," papar Ridho didampingi Kabid Pemberantasan BNNP Jawa Tengah, Susanto, itu.

Kasi Pemberantasan BNNK Surakarta, AKBP Edison Panjaitan menambahkan, peran tersangka mengambil barang. Setelah tiba di Nganjuk, Jawa Timur,.sudah ada penjemput yang akan mengambil barang tersebut.

"Tersangka juga berstatus tahanan bebas bersyarat. Dia sebelumnya juga ditahan atas kasus narkotika dan dihukum 4 tahun penjara," ujar Edison.

Keterlibatan tersangka dalam kasus ini berawal saat masih di tahanan bertemu temannya yang berasal dari Sumatera. Tergiur oleh upah sebesar Rp3 juta, tersangka kemudian menjadi kurir narkoba.

Pihak BNN terus mengembangkan kasus tersebut. Tersangka dijerat dengan Pasal Primer 114 ayat 2 subsider 112 ayat 1 lebih subsider pasal 111 ayat 2 UU Nomor 35 tahun 2009. Dengan ancaman hukiman mininal 5 tahun penjara dan maksimal seumur hidup hingga pidana mati. ***

Editor : Azhari Nasution