logo

Dugaan TPPU AD, Titi Sumanjaya Diperiksa Penyidik Krimsus

Dugaan TPPU AD, Titi Sumanjaya Diperiksa Penyidik Krimsus

Titi Sumanjaya dan kuasa hukumnya Jack Lapian memberi keterangan pers sebelum diperiksa penyidik Reserse Krimsus PMJ terkait dugaan TPPU terlapor AD
16 September 2019 16:37 WIB
Penulis : B Sadono Priyo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Korban pemalsuan dokumen Titi Sumanjaya, Senin (16/9/2019), diperiksa penyidik Kriminal Khusus Polda Metro Jaya (PMJ) terkait kasus tindak pidana penyucian uang ( TPPU) yang diduga melibatkan pendiri situs komunitas Kaskus, Adrew  Darwis (AD).

Didampingi pengacara Jack Lapian, Titi mengatakan ini merupakan pemeriksaan pertama dirinya oleh Penyidik Fiskal Moneter dsn Devisa (Fismondev), menindaklanjuti  nomor  LP/2959/V/2019/PMJ/Dit.Reskrimsus.

Kasus itu bermula saat Titi meminjam uang sebesar Rp15 miliar kepada David Wira, yang disebut-sebut sebagai tangan kanan Andrew.

Dalam pinjaman itu, Titi memberikan jaminan berupa sertifikat gedung di Jalan Panglima Polim Raya, Jakarta Selatan pada November 2018. Namun, sertifikat itu diduga telah dialihkan kepemilikannya atas nama Andrew.

"Korban pinjam uang ke saudara David Wira yang diduga tangan kanan Andrew dengan jaminan sertifikat gedung, dari pinjaman Rp15 miliar yang terealisasi Rp5 miliar," kata Jack Lapian yang mendampingi kliennya.

Jack menambahkan, pada perjalanan waktu, sertifikat gedung milik pelapor di Jalan Panglima Polim, Jakarta Selatan, ternyata dibalik nama menjadi atas nama Susanto, awal Desember 2018, dan terakhir diubah lagi menjadi atas nama Andrew Darwis. Tak hanya itu, sertifikat pelapor saat ini telah diagunkan ke Bank UOB oleh terlapor.

"Banyak kejanggalan lah, makanya klien kami mendesak penyidik mengusut kasusnya," kata Jack.

Karena merasa dirugikan, Titi melaporkan Adrew Darwis yakni dugaan TPPU yakni Pasal 263 ayat 2 KUHP, dan atau Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 3, 4, 5 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU.

Kabid Humas PMJ Kombes Argo Yuwono membenarkan adanya pemeriksaan kasus TPPU dengan terlapor Andrew Darwis. "Sedang diselidiki kasusnya," kata Argo.

 

Editor : B Sadono Priyo