logo

Jateng Jadi Rujukan BKPM Bagi Perusahaan Relokasi Dari China

 Jateng Jadi Rujukan BKPM Bagi Perusahaan Relokasi Dari China

Foto Ilustrasi
16 September 2019 15:44 WIB
Penulis : Pudyo Saptono

SuaraKarya.id - SEMARANG: Sejumlah daerah di Jawa Tengah menjadi rujukan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bagi 11 perusahaan yang bakal relokasi dari China. Sebelum akhir 2019, proses relokasi diharapkan bisa selesai dan segera melakukan produksi.

Menurut Deputi Perencanaan BKPM, Ikmal Lukman, sedikitnya ada 11 perusahaan China yang kemungkinan bakal relokasi menyusul 33 perusahaan lain yang telah angkat kaki dari negeri Tirai Bambu, sebagai imbas perang dagang antara China dengan Amerika.

“Kita jangan sampai kehilangan momentum lagi, setelah tidak satupun dari 33 perusahaan yang masuk ke Indonesia. Sekarang kita harus bersiap-siap agar kesempatan serupa tidak lepas begitu saja,” katanya di Semarang, Senin (16/9/2019).

Menurut Ikmal, sebagian besar dari 11 perusahaan tersebut bergerak di bidang furniture. Setelah melakukan mapping di sejumlah wilayah, BKPM memutuskan wilayah paling cocok untuk menerima relokasi adalah Jawa Tengah. Namun dia belum bisa menyebut berapa nilai investasi yang bakal masuk.

“Jateng ini sentra industri mebel nasional dengan kontribusi 80 persen. Kita mencari lokasi yang tepat. Untuk relokasi ini salah satu parameter utamanya adalah ketersediaan lahan,” tuturnya.

Dijelaskan, Kendal, Pemalang dan Sukoharjo merupakan daerah paling potensial. Dia mengatakan hal-hal mendasar seperti lahan dan infrastruktur di daerah tersebut bisa menjadi daya tarik tersendiri.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menambahkan di tiga lokasi yang telah ditunjuk BKPM memang telah fokus untuk pengembangan industri. Bahkan, Kendal juga disiapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus setelah memiliki Kawasan Industri Kendal.

“Karena dijadikan sebagai penyangga utama pertumbuhan ekonomi nasional, maka PMDN dan PMA kita dorong masuk,” katanya.

Meski saat ini industri yang berkembang di Jawa Tengah masih di sektor tekstil dan turunannya termasuk furniture, namun tidak menutup kemungkinan bagi industri lain untuk masuk. Khusus menyikapi relokasi perusahaan China tadi, pihaknya bakal menyiapkan cluster-cluster wilayah.***

Editor : Yon Parjiyono