logo

Bekas Wakil Rakyat Bowo Sidik Akui Terima Uang Suap

Bekas Wakil Rakyat Bowo Sidik Akui Terima Uang Suap

terdakwa Bowo Sidik
16 September 2019 15:37 WIB
Penulis : Wilmar Pasaribu

SuaraKarya.id - JAKARTA: Bekas anggota DPR Bowo Sidik Pangarso membenarkan dirinya menerima uang dari PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) untuk digunakan sebagai bantuan ke daerah pemilihan (Dapil) Bowo Sidik pada Pileg 2019.

"Satu miliar rupiah  itu memang niatnya untuk bantuan Dapil, jadi kami gunakan untuk Dapil," kata Bowo Sidik ketika bersaksi dalam sidang dugaan suap dengan terdakwa Indung di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (16/9/2019).

Bowo yang juga menjabat Komisiaris Utama PT Inersia Ampak Engineers mengaku hanya sekali menerima uang dari Asty Winasty selaku General Manager Komersial PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) di Hotel Mulia. Selebihnya Asty menyerahkan uang kepada Indung yang selalu mencatatnya.  "Bu Indung tidak pernah menyimpan, pokoknya setelah terima uang itu dicatat diserahkan ke saya. Jadi (Indung) tidak menerima," kata Bowo.

Bowo mengaku membantu PT HTK mendapatkan kontrak kerja dengan PT Pupuk Logistik Indonesia (Pilog) atas sewa kapal. Kemudian uang yang diterima atas kontrak kerja sama itu diserahkan melalui Direktur Keuangan PT Inersia Ampak Engineers Indung Andriani.

Saat PT HTK mendapatkan kontrak kerja sama itu, Bowo membantah meminta commitment fee kepada Asty. Menurut Bowo, ketika itu dirinya menawarkan PT Inersia Ampak Engineers, sehingga Asty dan Indung selalu berkomunikasi. "Mengapa ada keterlibatan Inersia di sini, jadi kemudian dari pihak Humpuss dalam hal ini Bu Asty menyampaikan 'Pak Bowo untuk fee untuk Pak Bowo atau bagi hasil Pak Bowo nggak dengan perusahaan?' Nah karena saya beranggap ini bisnis biasa, saya sodorkan perusahaan saya pak, karena perusahaan saya sodorkan, saya minta Bu Indung selaku direktur keuangan saya, untuk ketemu Ibu Asty berkaitan dengan hal itu," ungkap Bowo.

Terkait fee itu, Bowo mengaku saat itu meminta pinjaman kepada pemilik PT Tiga Macan, Steven Wang, untuk kepentingan Dapil. Setelah itu Steven berkomunikasi dengan Asty soal fee itu. "Sesuai dengan BAP (berita acara pemeriksaan) saya, bahwa saya nggak pernah minta ke bu Asty, saya itu minta pinjaman ke Steven Wang berkaitan dengan kepentingan dapil saya. Kemudian Steven Wang yang mengkomunikasikan ke bu Asty uang itu," jelas dia.

Indung didakwa menjadi perantara suap untuk anggota DPR Bowo Sidik Pangarso. Indung diduga membantu Bowo menerima uang dari PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK). Jaksa menyebut Indung menerima total 128.733 dolar AS dan Rp 311 juta dalam beberapa tahapan.

Atas perbuatannya itu, Indung didakwa melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 Jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

 

Editor : Dwi Putro Agus Asianto