logo

Skadron Udara 6 Lanud Ats Dukung Pantauan Udara Panglima TNI Dan Kapolri

Skadron Udara 6 Lanud Ats Dukung Pantauan Udara Panglima TNI Dan Kapolri

(Foto: Pen Lanud Ats/suarakarya.id/dwi putro aa)
16 September 2019 01:12 WIB
Penulis : Dwi Putro Agus Asianto

SuaraKarya.id - RIAU: Skadron Udara 6 Wing 4 Lanud Atang Sendjaja, melakukan pemantauan dari udara terhadap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau.

Menerjunkan dua unit pesawat Helikopter TNI AU dengan nomor Registrasi H-3203 dan H-3216, yang diawaki langsung Komandan Skadron Udara 6 Wing 4 Lanud Atang Sendjaja, Letkol Pnb A Kholiq Yulianto sebagai flight leader.

Dua unit Helikopter Super Puma VIP guna mendukung Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian,  didampingi unsur pejabat strategis dan pimpinan lain dari setiap unsur,  melaksanakan operasi peninjauan ke beberapa titik pusat api Yang tersebar di daerah Sotol dan daerah Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, Minggu (15/9/2019).

Selama kurang lebih dua jam, kedua helikopter Super Puma milik Skadron Udara 6 Wing 4 Lanud Atang Sendjaja ini, mengudara di daerah Sotol Dan Kerumutan.

Dalam kesempatan ini, banyak titik api aktif yang langsung ditinjau oleh Panglima TNI dan Kapolri.

Banyaknya area kebakaran, mengakibatkan asap putih yang pekat dan arah angin dari selatan menyebabkan asap terbawa hingga ke Kota Pekanbaru.  Sehingga visibility di aerodrome menjadi rendah. Bahkan bisa kurang dari 700 meter.

Untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), banyak unsur yang disiagakan diantaranya dari jajaran TNI - Polri, petugas BPBD, Damkar, Polisi Kehutanan, serta unsur relawan lainnya yang terlibat.

"Ibu Pertiwi memanggil" itulah kalimat yang senantiasa menggerakan sanubari seluruh crew yang terlibat di bawah komando Letkol Pnb A Kholiq Yulianto sebagai flight leader.

"Dedikasi tanpa batas yang berada diantara loyalitas, tugas dan safety,” tegas Komandan Skadron Udara 6 Wing 4 Lanud Atang Sendjaja itu.

Letkol Pnb Kholiq Yulianto menuturkan, seluruhnya tersinergi dengan baik walaupun misi dalam kondisi cuaca yang belum maksimal.

“Kabut asap tebal masih menyelimuti Kota Pekanbaru. Kualitas udara berdasarkan hasil data pengukuran yang diambil sudah termasuk dalam kategori berbahaya. Sehingga tidak sehat dalam beberapa kurun waktu terakhir,” jelasnya.

Jarak pandang pun sejauh ini hanya berkisaran di angka 400-1000 meter. Sejumlah titik api pun meluas hingga tersebar dikisaran 700 titik lebih dan dan dalam proses pemadaman. (Pen Lanud Ats) ***