logo

Kabupaten Sorong Aman Untuk Dikunjungi Wisatawan Mau Pun Investor

Kabupaten Sorong Aman Untuk Dikunjungi Wisatawan Mau Pun Investor

15 September 2019 23:32 WIB
Penulis : Yacob Nauly

SuaraKarya.id - AIMAS : Kabupaten Sorong aman untuk dikunjungi wisatawan mau pun investor karena daerah ini terbebas dari aksi brutal mau pun tindakan kejahatan lainnya. Untuk menangkal perkembangan paham radikalisme di kalangan  masyarakat , kantor Kesatuan Bangsa dan Politik  (Kesbangpol)  Kabupaten Sorong  dan berbagai organisasi kemasyarakatan  setempat  selalu  menggelar sosialisasi pembinaan mental.

Kepala Kesbangpol  Kabupaten Sorong, Andre Timban SH, mengatakan, sosialisasi  itu selalu diprakarsai oleh  Pemda  dan didukung oleh  pihak Polres  setempat.

Sebagai contoh, lanjutnya, ketika unjuk rasa besar-besaran di  sejumlah daerah di Papua Barat dan Papua beberapa waktu  lalu, Kabupaten Sorong  justru terbebas dari  demo anarkis.

“Memang  ada  warga yang menyampaikan aspirasi, namun  itu dilakukan sesuai aturan yang berlaku yakni   aspirasinya secara tertulis  dan  diserahkan kepada  DPRD  Sorong. Seperti itu kondisi  stabilitas keamanan  yang ada di kabupaten ini,”kata Andre.

Dan  memang, masyarakat sendiri yang  tak ingin  menggelar demo anarkis seperti di daerah lainnya   di sebagian Papua Barat dan Papua.

Akibat tidak terjadi hal-hal yang  merugikan itulah, Bupati  Johny Kamuru, pekan lalu mengundang seluruh tokoh agama,  tokoh  masyarakat, organisasi kepemudaan , tokoh perempuan serta instansi terkait  untuk  bersilaturahmi. “Sekaligus, Bupati , menyampaikan  terima kasih  karena warga  kabupaten Sorong benar-benar mau menjaga keamanan dan ketertiban di daerah ini,”katanya.

Ia, menyebut  tak kalah pentingnya, juga  dukungan Kapolres Sorong, AKBP Dewa Made Sutrahna , S.IK. Yaitu, ketika terjadi suatu masalah di lapangan, kapolres  langsung turun menyelesaikannya bahkan sering bersama Bupati Johny Kamuru.

Dikatakan Andre, setiap ada masalah walau pun di luar kabupaten Sorong, tapi  kapolres,bupati dan tokoh masyarakat setempat,  meresponnya. Maksudnya, lanjut Andre, mengantisipasi  semua kemungkinan  agar kabupaten Sorong terbebas dari   hal-hal  yang merugikan warga  dan pemerintah.

Menurut Andre, Pemda kabupaten Sorong punya agenda pertemuan dengan  FKUB, tokoh masyarakat, tokoh agama,pemuda, tokoh perempuan  dan  mahasiswa.

Pertemuan itu, lanjut Andre, dimaksudkan untuk  saling tukar informasi tentang berbagai hal di masyarakat.

Melalui pertemuan-pertemuan itulah terjaring berbagai masalah  yang memungkinkan  sebuah antisipasi  terhadap  hal-hal  yang berpotensi merugikan masyarakat.

“Kami  dari Kesbangpol  selalu mengadakan koordinasi dengan  tokoh-tokoh agama, tokoh pemuda dan tokoh perempuan  untuk mensosialisasikan tentang pentingnya antisipasi  potensi konflik di tengah masyarakat,”kata Andre.

Menurunya, khusus di kabupaten Sorong, situasinya paling aman bahkan masyarakat sendiri mengantisipasi potensi  radikalisme itu. *** .