logo

Anggota DPRD DKI Jamaludin Harapkan Gerindra-PKS Usulkan Putra Betawi Jadi Wagub

Anggota DPRD DKI Jamaludin Harapkan Gerindra-PKS Usulkan Putra Betawi Jadi Wagub

Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD DKI Jamaludin
15 September 2019 19:29 WIB
Penulis : Yon Parjiyono

SuaraKarya.id - JAKARTA: Politisi Partai Golkar DPRD Jakarta, Jamaludin mengusulkan agar dua partai pengusung pasangan Anies Baswedan- Sandiaga Uno pada Pilkada DKI 2017, yakni Partai Gerindra dan PKS mengusulkan kadernya dari Putra Betawi untuk menjadi Wakil Gubernur (Wagub) mendampingi Gubernur Anies Baswedan.

Menurut Jamaludin yang juga Ketua Paguyuban Rawa Bambon ini, kesempatan putra daerah (Betawi) menjadi pejabat sangat sulit, sehingga PKS dan Gerindra harus memperhatikan aspirasi ini.

"Pasti ada kader partai PKS dan Gerindra atau profesional yang asli Betawi untuk dipilih menjadi Wakil Gubernur. Kapan lagi putra daerah mendapat kesempatan menjadi pejabat," ucap Jamaludin kepada wartawan disela sela acara mancing bersama di Rawa Bambon miliknya di kawasan Kelapa Dua, Ciracas, Minggu (15/9/2019).

Seperti diketahui sudah genap 14 bulan kursi Wakil Gubernur DKI kosong sejak ditinggalkan Sandiaga Uno menjadi Calon Wakil Presiden (Cawapres).

Terkait hal ini Gerindra dan PKS sebagai parpol pengusung diharapkan memilih putera daerah Betawi menjadi DKI 2. Menurut Jamaludin, jika orang Betawi yang menjadi pendamping Gubernur DKI Anies Baswedan, tentu akan sangat memahami persoalan Ibu Kota.

Namun Jamaludin tidak menyebut secara spesifik kriteria dan sosoknya.

"DKI itu punya keistimewaan, jadinya harus dipimpin putera asli Betawi. Apalagi etnis Betawi yang jumlahnya 26,7 persen merupakan etnis terbesar kedua di ibu kota setelah Jawa," tuturnya.

Apa lagi tidak lama lagi Ibu Kota akan dipindah ke Kalimantan, jadi sekarang ini saatnya putra daerah menjadi pemimpin di Jakarta.

Dalam kesempatan sebelumnya, Ketua Fraksi DPRD DKI, Basri Baco mengharapkan agat DKI segera memilik Wakil Gubernur (Wagub).

"Secara prinsip kami ingin Wagub DKI segera terpilih, seperti harapan masyarakat Jakarta agar kinerja Pemprov DKI lebih baik lagi," kata Basri Baco kepada wartawan.

Menurut Jamaludin, apapun nantinya keputusan Gerindra dan PKS, memastikan Paguyuban Rawa Bambon akan menghormatinya.

Sebab yang berhak mengusulkan nama memang kedua partai selaku pengusung pasangan Anies-Sandi pada Pilkada 2017.

"Kami akan mematuhi aturan yang ada. Pengusung Anies-Sandi Gerindra dan PKS," ucapnya.

Sejauh ini ada dua nama Cawagub DKI yang diusulkan ke DPRD DKI, yakni Sekretaris DPW PKS DKI Agung Yulianto dan Ketua DPW PKS Jawa Barat Ahmad Syaikhu.

Selama 74 tahun Indonesia merdeka, tercatat ada 21 pasangan pemimpin yang memimpin ibu Kota RI Jakarta.

Ke-21 orang ‘gubernur’ itu memiliki sebutan yang bermacam-macam. Ada yang disebut sebagai Wali Kota Kotapraja, Gubernur Militer, sampai sebutan gubernur asli. Mereka menduduki posisi tersebut ternyata juga lewat jalur yang beraneka ragam.

Ada yang ditunjuk oleh pemerintah pusat, diangkat sebagai pelaksana tugas (Plt), dipilih DPRD DKI, sampai dipilih secara langsung oleh rakyat Jakarta.

Latar belakang para gubernur Jakarta pun sangat beragam. Dari segi profesi, ada yang sebelumnya berkarier di militer, seniman (pelukis), politisi, seniman, maupun birokrat murni.

Tetapi, dari berbagai profesi itu, gubernur yang memiliki latar belakang militer jumlahnya paling banyak. Sejak era Orde Baru (Orba), 1966 sampai setelah reformasi (2007), 6 Gubernur DKI selalu berlatar belakang militer, baik dari TNI AD maupun TNI AL (Marinir).

Dari sisi etnis pun tersebar dari berbagai suku bangsa di Indonesia. Ada yang berasal atau beretnis Manado, Jawa, Sunda, Banten, Betawi, Arab, dan ada juga dari Batak. Bisa jadi, beragamnya etnis para pimpinan di ibu kota ini merupakan cerminan dari heterogennya warga Jakarta.

Editor : Yon Parjiyono