logo

Sampah Mahasiswa Uinsa Surabaya Dibelikan Saham

 Sampah Mahasiswa Uinsa Surabaya Dibelikan Saham

15 September 2019 14:12 WIB
Penulis : Andira

SuaraKarya.id -
SURABAYA: Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (Uinsa) mengajak mahasiswanya untuk mulai berinvestasi di pasar modal. Melalui program Nabung Saham Modal Sampah (Assalam), sekitar ribuan mahasiswa perguruan tinggi itu sudah bisa memiliki saham hanya dengan menyetor sampah.

Menurut Inisiator Assalam Uinsa, Dr Fatmah, para mahasiswa hanya perlu menyetorkan sampah berupa botol air minum kemasan dan kertas-kertas bekas makalah ke bank sampah. "Daripada dibuang percuma, sampah itu bisa diuangkan lewat bank sampah," ujarnya, Minggu ( 15/9/2019).

Setiap delapan botol air mineral ukuran 1,5 liter misalnya, dihargai Rp3.000. Bahkan setiap hari, bank sampah Assalam menerima 3.600 botol air mineral, belum termasuk kertas-kertas makalah bekas.

Oleh pengelola bank sampah, para mahasiswa penyetor sampah itu dibuatkan catatan. Selanjutnya, setelah dana terkumpul hingga Rp100 ribu, para mahasiswa penyetor sampah itu dibuatkan rekening efek di Indopremier Sekuritas (IPOT).

Saldo yang sudah masuk di rekening efek itu dibelikan saham yang harganya murah. "Kebetulan waktu itu ada saham potensial yang masih murah seperti milik PT Mas Murni Indonesia (MAMI), yang ternyata dalam sepekan belakangan ini harganya melambung pesat," ujarnya.

Fatmah mengaku awalnya hanya mengincar mahasiswa fakultas ekonomi bisnis (FEB) Uinsa yang berjumlah 2 ribu lebih. Tapi belakangan jumlah peminatnya membengkak karena mahasiswa fakuttas lain ikut-ikutan tertarik untuk ikut membuka rekening efek menggunakan sampah.

Pada bagian lain, Direktur Bursa Efek Indonesia, Hasan Fauzi berharap program nabung saham yang dijalankan Uinsa ini bisa  dicontoh kampus lain. “Ini bentuk invetasi lain yang lebih menarik dibandingkan hanya disimpan di bank," ujarnya.***

 

Editor : B Sadono Priyo