logo

Kemenpar Bidik Pasar Myanmar Lewat Famtrip TA/TO dan Influencer

Kemenpar Bidik Pasar Myanmar Lewat Famtrip TA/TO dan Influencer

15 September 2019 15:27 WIB
Penulis : Syamsudin Walad

SuaraKarya.id - JAKARTA: Pasar Indochina kembali dibidik Kementerian Pariwisata. Lewat program familiarization trip, Kemenpar memaksimalkan kunjungan wisatawan Myanmar. Pesertanya adalah Travel Agent/Tour Operator (TA/TO) dan Social Media Influencer / Bloggers dari Myanmar.

Menurut Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional I Kementerian Pariwisata Dessy Ruhati, perjalanan pengenalan wisata ini akan menjadikan Yogyakarta sebagai destinasi utamanya.

“Kita akan memaksimalkan kunjungan wisatawan asal Myanmar. Program yang kita pilih adalah famtrip atau perjalanan pengenalan wisata. Kegiatan ini akan dilangsungkan 16-19 September di Yogyakarta dan sekitarnya,” papar Dessy, Sabtu (14/9/2019).

Sedangkan Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata Rizki Handayani mengatakan peserta terdiri dari 5 orang TA/TO dan 4 orang Social Media Influencers dan Bloggers.

“Dalam kegiatan ini, Kemenpar bekerjasama dengan Visit Indonesia Tourism Officer (VITO) Thailand dan Indochina. Kita membawa 10 peserta Famtrip. Mereka terdiri dari 5 orang TA/TO dan 4 orang Social Media Influencers dan Bloggers,” papar Rizki.

Menariknya diantara peserta itu terdapat Miss World Myanmar 2018. Rizki menambahkan, famtrip dilakukan untuk mempromosikan pariwisata Indonesia, khususnya wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. 

“Atraksi wisata yang akan di-highlight dalam Famtrip kali ini adalah Candi Borobudur, Ullen Sentalu museum, Taman Sari Yogyakarta, Keraton Yogyakarta, Batik Winotosastro, dan Jalan Malioboro. Selain itu, peserta akan diajak menikmati serunya Lava Merapi Tour di kaki Gunung Merapi,” paparnya.

Sedangkan Menteri Pariwisata Arief Yahya berharap famtrip dapat mengenalkan pariwisata Indonesia, khususnya Destinasi Super Prioritas Borobudur dan sekitarnya.

“Dari famtrip, kita harapkan Yogyakarta dapat dikemas menjadi sebuah paket wisata yang baik dan tepat sasaran bagi pasar Indochina. Hal ini pada akhirnya diharapkan berdampak pada peningkatan jumlah penjualan paket wisata Borobudur sebagai Destinasi Super Prioritas ke pasar Myanmar,” paparnya.

Selain itu, dengan terlaksananya program ini diharapkan dapat meningkatkan awareness terhadap Wonderful Indonesia brand. 

“Serta bisa meningkatkan citra baik pariwisata Indonesia sebagai destinasi wisata yang aman, nyaman, serta menarik untuk dikunjungi,” ujar mantan Dirut PT Telkom itu.

Editor : B Sadono Priyo