logo

Tarif Cukai Rokok Akan Naik 23% Pada 2020, Harga Jual Eceran Naik 35%

Tarif Cukai  Rokok Akan Naik 23% Pada 2020, Harga Jual Eceran Naik 35%

Foto: suarakarya.id/dwi putro aa
14 September 2019 13:58 WIB
Penulis : Dwi Putro Agus Asianto

SuaraKarya.id - JAKARTA: Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi memastikan kenaikan tarif cukai rokok sebesar 23 persen pada 2020 untuk mengkompensasi tarif cukai hasil tembakau yang tidak mengalami kenaikan pada 2019.

"Tahun ini kita tidak menaikkan tarif, sehingga hitung-hitungannya tentu, kalau gampangnya adalah dua kali atau dua tahun. Sehingga ada lompatan dari 2018 ke 2020," kata Heru saat ditemui di Jakarta, Sabtu  (14/9/2019).

Heru menjelaskan kenaikan tarif cukai rokok dan harga jual eceran menjadi 35 persen ini dilakukan untuk mengendalikan konsumsi, melindungi kepentingan industri termasuk petani dan pekerja hasil tembakau serta menjaga penerimaan negara.

Meski demikian, tambah dia, penyesuaian tarif ini juga akan dilakukan berdasarkan golongan maupun jenis dari hasil tembakau tersebut mulai dari Sigaret Kretek Mesin (SKM), Sigaret Putih Mesin (SPM) dan Sigaret Kretek Tangan (SKT).

"Ini semua dipertimbangkan secara komprehensif. Memang kompleks tapi intinya bahwa pemerintah memberikan perhatian kepada industri padat karya. Sehingga korelasi atau implementasinya adalah SKT pasti tarifnya akan lebih rendah kenaikannya dari pada modal," kata Heru.

Selain itu, kebijakan tarif baru ini akan mempertimbangkan pengenaan tarif lebih rendah terhadap rokok yang lebih banyak mempunyai konten dalam negeri dibandingkan produk hasil tembakau yang menggunakan bahan baku impor.

"Rokok-rokok yang mempunyai konten lokal lebih tinggi tentunya kita akan perhatikan melalui kebijakan tarif dibandingkan dengan rokok-rokok yang dominan menggunakan konten impor. Prinsip itu yang akan diramu lebih detail," ujarnya seperti dikutip Antara.

Sebelumnya, Pemerintah telah memutuskan untuk menaikkan tarif cukai rokok sebesar 23 persen, serta harga jual eceran menjadi 35 persen.

"Kenaikan rata-rata secara total 23 persen untuk tarif cukai dan 35 persen dari harga jual akan kami tuangkan dalam peraturan menteri keuangan yang akan kita berlakukan sesuai dengan Keputusan Presiden 1 Januari 2020," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani usai menghadiri rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta pada Jumat sore (13/9/2019)

Menurut dia, pemerintah akan memulai persiapan untuk kenaikan cukai itu, salah satunya dengan pencetakan cukai pada masa transisi.

Menkeu menjelaskan pemerintah telah mempertimbangkan keputusan itu baik dari sisi industri, tenaga kerja, hingga sektor pertanian.

"Diketahui bahwa kebijakan cukai bertujuan untuk tiga hal, dalam hal ini untuk mengurangi konsumsi, yang kedua adalah untuk mengatur industrinya, dan yang ketiga adalah penerimaan negara," kata Sri Muyani.

Beberapa menteri bidang ekonomi tiba di komplek Istana Kepresidenan Jakarta sejak pukul 13:30 WIB untuk menghadiri rapat terbatas yang berlangsung tertutup dari media.

Sejumlah menteri yang melalui halaman Istana Negara usai rapat tersebut antara lain Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman. ***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto