• Minggu, 2 Oktober 2022

Miras Lokal Di Sorong Sulit Diberantas Apabila Hanya Polisi Yang Bekerja

- Selasa, 11 Januari 2022 | 21:33 WIB
Kasat Narkoba Polres Sorong, Iptu Laurentius Madya Wayne S.Tr.K/ Foto (Yacob Nauly)
Kasat Narkoba Polres Sorong, Iptu Laurentius Madya Wayne S.Tr.K/ Foto (Yacob Nauly)

Upaya humanis yang diterapkan terkait miras lokal ini adalah dengan mengedukasi masyarakat. “Masyarakat diimbau agar menghindari kejahatan seperti KDRT, sebaiknya para penjual miras ini beralih pencahariannya dengan bertani atau berdagang yang positif,”katanya.

Wayne, mengingatkan masyarakat untuk menghindari masalah akibat miras tersebut. Di Papua ini kan masalah ganti rugi itu besar. Kalau ada orang mabuk miras lalu meninggal, tentu penjual miras ini dicari untuk dimintai ganti rugi.

“Dan ganti rugi itu tidak main-main karena harga 1 nyawa miliaran rupiah. Untuk menghindari permasalahan ini sebaiknya para penjual miras di Aimas beralih profesi. Jangan lagi menjual miras karena tidak tenang akibat sering  didatangi polisi,”katanya.

Narkoba

Tahun 2021 ini ada duka kasus narkoba jenis sabu dan ganja terbesar di kabupaten Sorong. Sumber kasus narkoba  ini di Lapas dan Jayapura.

Narkoba jenis ganja di Sorong ini dibawa dengan kapal laut dari Jayapura. Tapi kepalanya di Jayapura juga sudah ditangkap Polda Papua, demikian Wayne.

Sedangkan sabu didapatkan dari Lapas Sorong. Pelaku dan barang buktinya sudah diamankan  di Polres Sorong. Kemudian, tercatat 23 kasus Narkoba di kabupaten Sorong.

Secara total terbesar untuk ganja seberat 7.18,34.02 gram. Sedangkan sabu 66,66 gram. “Dalam satu dua hari ini ada rilis dari Polres Sorong untuk perkembangan kasus narkoba tahun 2021,”kata Wayne. ***

Humas Polres Sorong/Iptu Amir

Halaman:

Editor: Yacob Nauly

Terkini

Ini Cara Mempersiapkan Rencana Keuangan Untuk Masa Senja

Jumat, 30 September 2022 | 18:17 WIB

Bank bjb Tandatangani Pakta Integritas dengan BPDPKS

Kamis, 29 September 2022 | 12:29 WIB
X