• Jumat, 12 Agustus 2022

Kasus Klaster Covid-19 Dari PTM Di Solo Bertambah

- Selasa, 19 Oktober 2021 | 07:20 WIB
Tes swab di salah satu sekolah di Kota Solo rutin dilakukan selama PTM
Tes swab di salah satu sekolah di Kota Solo rutin dilakukan selama PTM

SOLO: Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kota Solo memunculkan klaster baru Covid-19. Dari hasil tracing terakhir ditemukan 47 kasus positif Covid-19 dari siswa dan guru. Mereka berasal dari lima Sekolah Dasar (SD).

Menurut Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Solo, Ahyani,  dari 47 kasus positif tersebut sebanyak 41 diantaranya merupakan siswa dan enam lainnya guru. Mereka berasal dari lima sekolah SD. Yakni SD Kristen Manahan, SD Mangmubumen, SD Danukusuman, SD Al Islam Jamsaren serta SD Semanggi Lor. Sedangkan guru yang diketahui positif Covid berasal dari SD Kristen Manahan.

Berdasarkan hasil tes PCR kasus paling banyak ditemukan di SD  Kristen Manahan Solo yakni 32 siswa dan guru positif Covid-19. Sebanyak 28 siswa dan sisanya guru.

"Ini berawal kita melakukan tes PCR di lima sekolah SD. Awalnya pada tracing pertama di SD Kristen Manahan ditemukan empat positif Covid-19, dilanjutkan tracing kedua dari 283 murid dan guru, hasilnya bertambah menjadi 32," jelas Ahyani, dalam konferensj pers hasil kegiatan surveilans Covid-19 PTM Terbatas, di Balai Kota Solo, Senin (18/10/2021) sore.

Sedangkan hasil testing pertama di SD Mangkubumen Kidul ditemukan satu positif, di SD Danukusuman ditemukan dua positif, di SD Al Islam Jamsaren ditemukan satu positif dan SD Semanggi Lor ditemukan dua positif. Hasil tracing kedua di SD Danukusuman dari empat kasus bertambah sembilan kasus. Sehingga total di SD Danukusuman menjadi 11 kasus, satu diantaranya guru. 

"Untuk SD Mangkubumen setelah dilakukam tracing 13 orang hasilnya nol atau negatif semua. Sedangkan dua sekolah lain SD Semanggi Lor dan SD Al Islam Jamsaren hasil tracingnya belum ada, masih menunggu hasilnya," jelasnya lagi.

Lebih lanjut Ahyani mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 di wilayah asal siswa dan guru yang positif Covid-19. Pasalnya sebagian besar berasal dari luar Kota Solo, seperti Sukoharjo, Klaten, dan Karanganyar.

Sedangkan mereka yang berdomisili di Kota Solo, akan melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing jika lingkungan rumah mereka memadai. Jika tidak memadai maka akan dirujuk atau direkomendasikan menjalani isolasi di Donohudan.

Saat ini kelima sekolah tersebut semua siswanya kembali menjalani Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Meskipun ditemukan klaster baru Covid-19 dari PTM, pihaknya memastikan PTM tetap berlanjut. Pemkot Solo saat ini masih terus melakukan tracing di sekolah lain.

Halaman:

Editor: Markon Piliang

Terkini

Pemkot Bandung Berkomitmen 'Rebranding' SMP PGRI

Kamis, 11 Agustus 2022 | 15:50 WIB

Perda RTRW Dinilai Sangat Bermanfaat Bagi Pembangunan

Kamis, 11 Agustus 2022 | 15:48 WIB

Kelola sampah, IPRO Siap Gandeng Pemerintah Daerah

Rabu, 10 Agustus 2022 | 14:42 WIB

Program Buruan SAE Dapat Pujian di Forum Urban 20

Rabu, 10 Agustus 2022 | 12:15 WIB

Omzet Pasar Krearif Bandung Tembus Rp6,5 Miliar

Selasa, 9 Agustus 2022 | 23:51 WIB
X