• Sabtu, 3 Desember 2022

Respon Cepat Keniscayaan Layanan Digital: Kantah Kota Semarang Awali Raih Predikat WBK

- Selasa, 2 Februari 2021 | 00:00 WIB

SEMARANG: Untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat luas, Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Semarang telah melakukan inovasi dalam hal pelayanan kepada masyarakat. Beberapa hal telah dilakukan, antara lain dengan membuka pelayanan melalui sistem online.

Melalui sistem pelayanan online ini diharapkan mampu mengurangi risiko terjadinya pungutan liar atau pungli. Salah satunya sistem SMS get way menjadi terobosan dan langkah baru yang telah dijalankan oleh BPN Kantah Kota Semarang saat ini.

"Melalui metode SMS get way, masyarakat penerima layanan yang telah selesai dalam hal pengurusan surat-surat tanah, secara otomatis sistem akan memberitahukan melalui pesan notifikasi di smartphone, bahwa pelayanan sudah selesai," ujar Kepala Agraria Tata Ruang /Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kota Semarang, Sigit Rachmawan Adhi, ST, MM di Kantor Kantah Kota Semarang, Jalan Ki Mangunsarkoro, Semarang, Senin (1/2/2021).

Dengan kehadiran sistem online, kata Sigit Rachmawan Adhi maka diharapkan akan meminimalisir terjadinya kontak atau tatap muka secara langsung (face to face) antara pemberi dan penerima layanan sehingga akan mengurangi risiko terjadinya pungutan liar dan praktik-praktik yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip clean government dan good government.

Menurut Sigit, pertimbangan utama pelayanan publik ditempuh secara on-line disebabkan karena didapati kendala keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) baik secara kualitas maupun kuantitas. Untuk itu Kantah Semarang terus melakukan perbaikan dan penyempurnaan dalam hal pelayanan kepada pelanggan.

Sebelumnya, yang terjadi saat pengurusan berkas tanah bisa saja dijemput oleh oknum pegawai BPN dan bisa juga dilakukan pertemuan di suatu tempat yang telah disepakati (bukan di loket resmi-red). Apabila sudah lengkap persyaratan berkas, pembayarannya pun bisa dilakukan secara tunai antara pemberi dan penerima layanan.

Sementara saat melalui pelayanan secara online, ujar Sigit, semua transaksi pembayaran untuk pengurusan pertanahan saat ini dilakukan melalui transfer perbankan. Dan informasi berkasnya juga melalui sistem. Termasuk apabila ingin mengambil berkasnya pun harus diambil secara langsung di tempat pelayanan.

"Perubahan sistem layanan ini diharapkan mampu menciptakan prilaku bebas korupsi," ungkap Sigit.

Memasuki tahun 2021, lanjut dia, Kantor Pertanahan Kota Semarang juga terus berusaha melakukan perbaikan dalam hal validasi data melalui BTSL. Yakni, mendaftar tanah yang belum terdaftar dan memperbaiki data base bidang tanah yang sudah tersertipikat, kesesuaian antara fakta di lapangan dan angka yang tertera dalam sertipikat. Nanti data akan divalidasi sehingga data base di Kantah Kota Semarang betul-betul valid.

Halaman:

Editor: AG. Sofyan

Terkini

Bank bjb Raih Banking Award Dari LPS 2022

Kamis, 1 Desember 2022 | 13:30 WIB

Lombok Barat Berhasil Tuntaskan Stop Buang Air Besar

Rabu, 30 November 2022 | 19:38 WIB
X