• Minggu, 4 Desember 2022

Ginting: Medali Perunggu Olimpiade Ini Sangat Berarti

- Kamis, 12 Agustus 2021 | 18:07 WIB
Foto: Istimewa.
Foto: Istimewa.

 

Kami ingat di tahun 2015, Ginting berada di daftar tunggu turnamen Indonesia Terbuka, sementara dua rekan, Jonatan (Christie) dan Ihsan (Maulana Mustofa) saat itu sudah terkonfirmasi masuk. Di menit akhir Ginting akhirnya bisa ikut babak kualifikasi dan bahkan menembus babak perempatfinal. Lalu kurang dari 10 tahun setelahnya tiba-tiba bisa mendapatkan medali perunggu Asian Games 2018 dan Olimpiade Tokyo 2020. Bagaimana Ginting melihat lompatan karier tersebut?

 

Tidak menyangka tapi saya bersyukur karena saat masuk pelatnas, saya sempat bertemu dengan senior-senior macam Sony (Dwi Kuncoro), Simon (Santoso), Tommy (Sugiarto), dan Hayom (Dionysius Hayom Rumbaka) yang menjadi ujung tombak tunggal putra. Dari mereka saya banyak belajar. Setelah itu, seperti sudah dibukakan saja jalannya karena akhirnya saya, Jonatan dan Ihsan dipercaya menjadi ujung tombak padahal di atas kami masih ada beberapa nama yang sebenarnya punya potensi. Dan semua tidak terlepas dari peran Koh Hendry (Saputra Ho) pelatih kami.

 

Seperti apa pelatih menggembleng Ginting hingga bisa jadi seperti sekarang?

 

Saat itu dilihat dari hal dan aspek apapun, saya, Jonatan dan Ihsan memang belum siap menjadi ujung tombak. Beruntung kami punya pelatih seperti Koh Hendry yang bisa mendorong untuk naik level. Kalau bisa dibilang ya sangat keras didikan dan latihannya dari fisik, mental, dan semuanya. Karena kan memang harus cepat perkembangannya untuk bersaing di turnamen-turnamen level atas. Jadi waktu itu kami ditempa untuk tidak memikirkan menang atau kalah. Yang kami pikirkan adalah latihan dan pertandingan. Puji Tuhan sekarang sedikit-sedikit bisa sampai di titik ini.

 

Medali perunggu Olimpiade sudah diraih, selanjutnya apa?

Halaman:

Editor: Markon Piliang

Terkini

X