• Kamis, 11 Agustus 2022

IPDN, Pencetak Pamong Lokal Multitalenta Dan Berwawasan Global

- Rabu, 24 Maret 2021 | 09:31 WIB
Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), DR. Hadi Prabowo, MM.
Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), DR. Hadi Prabowo, MM.

Adakah siswa praja bisa membuat aplikasi?

Oh iya, sekarang di tingkat desa atau kelurahan saja kita lakukan terjun ke akar rumput (masyarakat-red) namanya Bakti Karya Praja dan Kukerta (Kuliah Kerja Nyata). Sekarang itu kita lebih utamakan adalah memberikan masukan dan penyelesaian termasuk pemberian aplikasi bagaimana suatu desa bisa menyusun monografi, bagaimana suatu desa itu di dalam pengaturan pembuatan APBDes. Kemudian juga kecamatan terkait dengan pelayanan satu atap, itu aplikasi, kita memang harus tanggap, cepat dan responsif terhadap perubahan dan dinamika di masyarakat.

Termasuk misalnya budidaya ikan itu, bagaimana mengembangkan ikan dengan teknologi yang bisa dimonitor dengan hanya sebuah aplikasi. Itu pembelajaran ekstrakulernya ada dari disiplin ilmu pertanian, ada perkebunan, ada peternakan dan sebagainya.

Alumni IPDN disiapkan jadi SDM yang multitalent?

Ya sesuai dengan bidang keilmuan. Kita bukan pengin nomor satu, karena pemerintah daerah itu tidak hanya membutuhkan lulusan IPDN juga yang memiliki kemampuan bidang keilmuannya yang sudah ada. Tapi karena mereka menguasai bidang ilmu pemerintahan, kepamongan, maka mereka minimal harus bisa memberikan alternatif solusi. Misalnya saja, sekarang, bagaimana melihat situasi apakah ini termasuk KLB, kejadian luar biasa atau tidak, itu orang pemerintah yang menentukan.

Terus tentang kejadian bencana, kita bukan mau masuk ke arah bencana, tapi kita harus bisa memprediksikan atau mengantisipasi, melakukan mitigasi bencana dan sebagainya sehingga dia harus cepat dan tanggap. Sehingga dengan demikian mampu memberikan kontribusi nyata pada pemerintah daerah.

Karena apa? Karena kalau nanti dia menjadi camat itu kan jadi pejabat tertinggi di wilayah kecamatan. Otomatis di bawahnya, bisa ada dokter, perawat, ada anggota Babinsa, anggota Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat atau tokoh adat.

Kalau dia tidak bisa lintas sektor, tidak bisa berkomunikasi dan berkoordinasi, itu kan akhirnya akan menghambat kerja-kerja melayani rakyat.

Anda happy menjadi Rektor atau Sekjen Kemendagri?

Saya di sini ini karena amanah dan penugasan dari Pak Mendagri, otomatis saya harus bisa mempertanggungjawabkan dan membuat legacy yang lebih maju. Karena apa? Pak Menteri percaya saya, itu hal yang sangat luar biasa.

Halaman:

Editor: Markon Piliang

Terkini

X