• Kamis, 11 Agustus 2022

IPDN, Pencetak Pamong Lokal Multitalenta Dan Berwawasan Global

- Rabu, 24 Maret 2021 | 09:31 WIB
Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), DR. Hadi Prabowo, MM.
Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), DR. Hadi Prabowo, MM.

Pemerintah itu kan nature-nya kan pelayanan. Oleh karena itu pamong praja harus bisa menguasai pertama teknologi informasi terkait dengan aplikasi-aplikasinya yang berkembang itu, kemudian dia juga harus mempunyai pemikiran bagaimana dia mempunyai kecepatan di dalam memberikan pelayanan dan tentunya memberikan kajian untuk pengambilan kebijakan serta keputusan pimpinan. Sikapnya itu tetap, sikap dasarnya itu Asta Brata itu yang utama, berjiwa Pancasila, unggul, berkarakter, berinovasi dan sebagainya.

Apa yang sudah Anda lakukan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di IPDN?

Kita buka juga kerjasama dengan lembaga luar negeri sehingga memberikan istilahnya pertukaran mahasiswa dan sebagainya. Terus kita juga utamakan penelitian dan pengabdian seiring dengan pengembangan ilmu kepemerintahan.

Karena yang kita pelajari itu ilmu pemerintahan, membedakan dengan yang umum karena yang umum adalah mengutamakan science. Artinya disini adalah visinya dan kita terapannya. Nah, kalau terapan itu sudah pasti antara teori dan aplikasinya ini cenderung pada sisi penanganan kasus.

Bagaimana dengan cara mempersiapkan SDM birokrasi yang unggul itu, kapan kerjasama dengan LPDP?

Ini kita sedang proses, kita pelatihan dulu. Dan kita upayakan tahun ini. Tahun ini nanti tesnya pada bulan April-Mei 2021. Jadi ini baru yang pertama. Kemudian IPDN juga diarahkan untuk menyikapi secara proaktif terhadap permasalahan-permasalahan yang ada di tengah masyarakat, misalnya pada saat Pilkada serentak 9 Desember 2020.

Pada saat pembahasan antara Pemerintah dan Dewan (mengenai Pilkada serentak), kita lakukan seminar nasional. Pada saat undang-undang Ciptakerja sedang dibahas, kita lakukan kaitannya dengan sosialisasi di enam provinsi. Terus kita pada saat pelaksanaan pilkada, kita lakukan kajian monitoring.

Terus pada saat ini masalah Otsus Papua dan Papua Barat, kita kemarin gelar seminar nasional yang dalam hal ini tentunya dari narasumber yang kompeten dan kapabel di bidangnya bisa memberikan masukan kepada pemerintah maupun lembaga legislatif ataupun lembaga-lembaga lain yang membutuhkan. Sehingga hal ini merupakan wujud dari pengabdian dan penelitian IPDN dalam mengimplementasikan salah satu fungsi Tri Darma Perguruan Tinggi. Otomatis kita harapkan ini bermanfaat dan ada korelasinya dengan ilmu pemerintahan yang dikembangkan di IPDN.

Bagaimana dengan program vaksinasi di era pandemik saat ini apakah berjalan, meskipun sejauh ini tidak ada siswa praja yang terpapar kasus Covid-19 alias dikatakan zero case?

Kita bukan soal tidak terpapar, tapi vaksinasi itu penting untuk memberikan kekebalan. Namun vaksinasi itu seiring dengan tentunya persediaan dari pemerintah, sehingga kampus (IPDN) di Jakarta sudah, kampus (IPDN) Kalbar sudah, nah (kampus IPDN) Jatinangor ini kebagian dari pemerintah tanggal 15 diundur menjadi tanggal 22 Maret.

Halaman:

Editor: Markon Piliang

Terkini

X