• Sabtu, 1 Oktober 2022

Golkar Harus Cerdas Merespon Kebutuhan-Kepentingan Bangsa 2024: Usung Capres Airlangga

- Senin, 15 Maret 2021 | 23:54 WIB
Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar DR. (HC) Drs. H. A. M. Nurdin Halid
Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar DR. (HC) Drs. H. A. M. Nurdin Halid

Sederhana saja, ketika Presiden sebagai orang pertama di negeri ini divaksin, jumlah orang yang terkena (Covid-19) masih di atas dua digit, antara 11-13 ribu. Tapi setelah Presiden dan tenaga Kesehatan divaksin, yang terkena Covid kan langsung menurun drastis, sudah hampir setengahnya.

Jelas menunjukkan bahwa vaksin sangat bermanfaat. Tidak sulit kita untuk menterjemaahkan itu. Sekarang saja DKI yang tadinya zona merah kan sudah turun. Dan pembatasan sosial hingga ke RT/RW itu merupakan satu terobosan agar Covid bisa tuntas dan pulang kandang he-he..

Sebagai kader senior, apa pesan Anda buat para kader Golkar?

Kekuatan Golkar itu terletak pada kadernya. Golkar tidak dimiliki oleh siapa-siapa. Berbeda dengan partai lain yang identik dengan orang. Kalau Golkar itu Tbk. Maka Ketua Umum Golkar dan seluruh jajaran harus paham itu. Maka di Golkar itu tidak boleh ada faksi-faksi. Di Golkar itu harus kompak dan solid karena dimiliki oleh seluruh kader.

Tidak ada tokoh yang bisa mengklaim bahwa Golkar ini punya saya. Atau misalnya partai lain, Gerindra identik dengan Pak Prabowo, Nasdem identik dengan Pak Surya Paloh, PDIP identik dengan Bu Mega, Demokrat identik dengan Pak SBY. Golkar enggak. Golkar ini selalu dinamis, tapi di balik dinamisasi itu jangan sampai mengarah pada perpecahan.

Oleh karena itu pemimpin Golkar, dari mulai Ketua Umum sampai ke seluruh jajarannya harus mampu mengakomodir seluruh kepentingan kader. Tidak boleh membeda-bedakan, khususnya dalam pelayanan apapun.

Maka sudah tepat salah satu ikrar daripada Pancabakti Partai Golkar adalah “kami warga Golongan Karya adalah pembina persatuan dan kesatuan bangsa yang berwatak setiakawan.” Karena bagaimana kita mau mempersatukan Indonesia, bagaimana mau membina persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia kalau kader Golkar cakar-cakaran.

Itu yang harus dipahami oleh seluruh kader Golkar. Itu kritikan saya. Anda optimis soliditas dan kekompakan di Golkar masih bisa dijaga?. Kalau tidak dijaga berbahaya. Ini berkat kepemimpinan humanis dari Ketum kita Pak Airlangga Hartarto.***

Halaman:

Editor: AG. Sofyan

Terkini

X