• Sabtu, 1 Oktober 2022

Golkar Harus Cerdas Merespon Kebutuhan-Kepentingan Bangsa 2024: Usung Capres Airlangga

- Senin, 15 Maret 2021 | 23:54 WIB
Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar DR. (HC) Drs. H. A. M. Nurdin Halid
Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar DR. (HC) Drs. H. A. M. Nurdin Halid

Ketika berbicara mengenai kekuasaan untuk rakyat maka harus ada keseimbangan antara pihak eksekutif dan legislatif. Ketika Golkar bisa menjadi pemimpin koalisi besar, kemudian mudah-mudahan dan Insya Allah, Ketua Umum kita berhasil menjadi Presiden, maka roda pemerintahan akan berjalan dengan baik.

Berarti Pak Airlangga itu sudah berpikir jauh ke dapan. Berpikirnya bukan hanya ada ambisi untuk menjadi Presiden, hanya untuk kekuasaan, tetapi bagaimana pemerintahan ini dapat berjalan dengan baik dengan adanya keseimbangan antara eksekutif dan legislatif. Beliau punya visi besar bagi Indonesia. Itu loncatan besar yang dilakukan Golkar.

Dalam Rapimnas kemarin hampir semua DPD menyuarakan pencapresan AH pada Pilpres 2024 mendatang, apa tidak terlalu pagi dan tergesa-gesa? Bukankah nanti malah digebuki oleh partai-partai lain?

Justru menurut saya terlambat, harusnya di Munas kemarin sudah diputuskan pencapresan Pak Airlangga. Kenapa? Karena tahun 2024 itu tidak ada incumbent lagi. Pak Presiden kita sekarang ini kan sudah selesai sebagai Kepala Negara dua periode. Artinya, ini kan medannya sangat luas. Berarti kita ingin mencari ikan di laut lepas. Kalau kita hendak mencari ikan di laut lepas, maka mesti kan dipersiapkan kapalnya yang besar dan modern, alat pancing yang canggih, logistik yang kuat, itu tidak bisa nanti di ujung semata. Jadi menurut saya malah terlambat ini.

Tapi sekali pun demikian ini sudah merupakan keputusan yang menurut saya sangat strategis, sehingga nanti kita tidak perlu sembunyi-sembunyi. Golkar itu sudah melakukan  survei calon sejak awal, kita sampaikan ke rakyat bahwa Golkar itu punya program. Punya program untuk menjadikan partai politik sebagai pilar demokrasi.

Golkar yang modern, yang ingin mencetak kader-kader yang mumpuni, punya idealisme, punya gagasan, punya karakter, dengan melalui pembinaan di Golkar Institute.

Nah, ini kan loncatan berpikir yang luar biasa. Inilah yang menjadi jualan kita kepada rakyat Indonesia, di samping berbagai program yang berkaitan dengan karya kekaryaan. Karena Golkar ini modal utamanya karya kekaryaan, kerakyatan yang manusiawi.

Energi positif ini harus segera disampaikan kepada rakyat sehingga rakyat bisa menilai oh ini to Airlangga sebagai sosok yang dibutuhkan oleh Indonesia dan untuk masa depan bangsa ini. Apalagi beliau menyumbangkan achievement digitalisasi, sebuah tuntunan modern dengan revolusi 4.0 yang harus kita laksanakan dari sekarang.

Dan itu adalah salah satu program primadona Pak Airlangga dan juga Pak Presiden Jokowi untuk mengelola bangsa ini dengan meninggalkan cara-cara yang biasa, tidak terjebak rutinitas. Tetapi kecepatan yang menjadi kampium.

Jadi, menurut saya, pendapat orang, Golkar terlalu cepat memutuskan, ini tidak terlalu cepat. Butuh sosialisasi yang lebih dini dan massif. Persoalan nanti hasilnya apa, itu soal lain.

Halaman:

Editor: AG. Sofyan

Terkini

X