• Kamis, 11 Agustus 2022

Golkar Harus Cerdas Merespon Kebutuhan-Kepentingan Bangsa 2024: Usung Capres Airlangga

- Senin, 15 Maret 2021 | 23:54 WIB
Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar DR. (HC) Drs. H. A. M. Nurdin Halid
Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar DR. (HC) Drs. H. A. M. Nurdin Halid

JAKARTA: Hasil Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) I Partai Golkar di Gedung DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, 5-6 Maret 2021 lalu menegaskan kebulatan tekad Partai Golkar untuk menjadi pemimpin koalisi besar pada Pemilu 2024 sekaligus menjadikan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (AH) sebagai Capres pada Pemilu Presiden 2024 mendatang.

Untuk mengetahui bagaimana strategi dan kesiapan Partai Golkar dalam menghadapi pesta demokrasi tersebut, Jurnalis Senior Suarakarya.id: Ag. Sofyan berkesempatan mewawancarai Politisi Senior Golkar yang juga Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar DR. (HC) Drs. H. A. M. Nurdin Halid (NH)  di kantornya Graha NH, Pancoran, Jakarta terkait hasil Rapimnas dan langkah-langkah taktis untuk bisa mengkapitalisasi dukungan AH dari partai lain bahwa figur tersebut menjadi kebutuhan bangsa untuk Indonesia ke depan paska berakhirnya dua periode kepemimpinan Joko Widodo selaku Presiden RI. Berikut petikannya:

Partai Golkar bertekad menjadi pemimpin koalisi besar pada Pemilu 2024, bagaimana Anda melihat konstelasi politiknya?

Rapimnas kemarin mengeluarkan keputusan yang luar biasa strategis karena percepatan konsolidasi organisasi itu sudah terurai dengan sangat baik, kemudian langkah-langkah konsolidasi organisasi itu sudah dilakukan untuk menjadi organisasi modern, untuk menjadi pemimpin koalisi besar dan tinggal diimplentasikan oleh DPD-DPD I dan DPD-DPD II Golkar. Insya Allah target konsolidasi organisasi kita tahun 2021 selesai.

Dengan konsolidasi organisasi itulah maka kita bisa memenangkan Pileg (Pemilu Legislatif), Pilpres (Pemilu Presiden) dan kemungkinan juga Pilkada (Pemilu Kepala Daerah) tahun 2024.

Nah, ketika Ketua Umum berbicara bahwa Golkar akan menjadi pemimpin koalisi besar, itu jelas alasannya karena Golkar ini kan pemenang nomor dua, dengan perolehan suara sebesar 12 persen itu adalah angka yang cukup signifikan.

Oleh karena itu, Golkar memang tepat untuk menempatkan diri sebagai pemimpin koalisi besar ini adalah hal faktual dan realistis. Artinya punya dasar yang kuat karena kita pemenang nomor dua. Kalau nanti mau mencalonkan Presiden kan hanya cukup dengan tambahan satu partai, yakni Golkar dan koalisinya.

Tapi kita tentu berharap tidak hanya satu partai melainkan dengan beberapa partai. Dengan demikian koalisi besar ini di samping menjamin sistem presidential juga ada keseimbangan dengan legislatif. Ada check and balances dalam sistem politik yang sehat dan demokratis sehingga roda pemerintahan ke depan dapat berjalan lebih baik yang berkualitas untuk peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.

Itu sebetulnya keinginan Golkar untuk menjadi pemimpin koalisi besar dan bukan untuk sok-sokan, bukan hanya untuk kekuasaan, tetapi kekuasaan untuk rakyat.

Halaman:

Editor: AG. Sofyan

Terkini

X