• Senin, 26 September 2022

Fadia/Ribka: Kami Ibarat Bluetooth Dan Speaker

- Sabtu, 18 Juli 2020 | 18:09 WIB
Foto: Dok PBSI
Foto: Dok PBSI

Ribka:
Mas Chafidz sering mengingatkan kami, jangan pernah mau kalah sama siapapun. Kami sudah dikasih kesempatan, harus bisa kasih yang terbaik. Suatu hari nanti kami akan menggantikan para senior termasuk kak Greysia (Polii).

Ribka/Fadia mengatakan sudah diberi kesempatan, seperti apa misalnya?
Fadia:
Kami mulai dikasih kesempatan ke turnamen level atas dan bermain di SEA Games Manila 2019. Kami nggak mau menyia-nyiakan kesempatan ini. Semoga nanti bisa masuk tim Piala Uber juga, ingin sekali jadi bagian tim Piala Uber. 

Sudah siap kalau diturunkan jadi ganda putri kedua di Piala Uber?
Fadia:
Siap dan memang pengin, koh Didi bilang sekarang kami harus mulai melihat ke pemain-pemain dunia, supaya kami terpacu terus, harus ada kemauan untuk ngejar terus. 

Bicara soal target, sebelum pandemi Covid-19 terjadi, apa rencana di tahun ini?
Ribka:
Sebetulnya tahun ini targetnya masuk peringkat 15 besar dunia. Sekarang kami masih di peringkat 32 dunia. Tapi karena ada pandemi, semuanya harus ditunda. 

Boleh diceritakan sedikit, karakter permainan Ribka/Fadia itu seperti apa? 
Ribka:
Kami memang banyak main menyerang, kayaknya habis ini kami pindah ke sektor ganda putra, ha ha ha. 

Fadia:
Tipe main kami memang agak beda dengan tipe main ganda putri pada umumnya. Jadi program latihannya juga dibedakan, karena pola mainnya beda. Makanya kami harus tingkatkan power tangan kami untuk mendukung pola main seperti ini. 

Ribka
Kami kan awalnya sama-sama playmaker, pemain depan. Begitu dipasangkan, kami bisa saling nutup, rotasinya diatur. Biasanya di ganda putri ada yang bertugas di depan net, ada smasher di belakang. 
Kalau kami sudah ditugaskan berotasi jadi harus kuasai main depan dan belakang, jadi tanggungjawab berdua. 

Seperti apa peran Greysia di tim ganda putri? 
Ribka:
Kak Ge (Greysia) sering membantu kami, kami juga tanya-tanya gimana kak baiknya kalau pertandingan harus bagaimana? Komunikasi kami baik sama kak Ge yang lebih senior, jadi nggak ngerasa canggung. Kalau ada senior memang lebih enak karena kami diingetin terus untuk punya pola pikir yang lebih matang. 

Kami baru masuk pelatnas, kak Ge sudah belasan tahun di pelatnas, pengalamannya banyak dan cukup jauh beda usianya. Waktu kami baru masuk PB Djarum, kak Ge sudah dapat emas Asian Games sama kak Titin (Nitya Krishinda Maheswari). Kami bersyukur ada kak Ge di tim kami, kak Ge banyak kasih masukan baik hal teknis maupun non teknis.

Siap nggak kalau suatu hari nanti ditinggal kak Greysia?
Ribka:
Karena kak Ge sudah sering ngajak kami ngobrol bahwa nanti pasti akan ada regenerasi, makanya kami sudah siap. Kami sering dibilangin untuk berpikir lebih dewasa, jangan kayak anak kecil. Kami sering diingatkan hal ini, lama-lama di pikiran suka keingat, oh iya ya kan kak Ge pernah ngomong begini, ngomong begitu, jadi kayak sudah nempel di kepala. 

Halaman:

Editor: Markon Piliang

Terkini

X