• Senin, 26 September 2022

Richard Mainaky Kenang Perjuangan Jatuh Bangun Tontowi Ahmad

- Senin, 18 Mei 2020 | 17:24 WIB
Foto: Dok PBSI.
Foto: Dok PBSI.

Ada satu kata koh Chris yang sangat menggugah buat Owi/Butet, tapi saya lihat lebih ngena ke Owi. Koh Chris bilang mereka itu soulmate, belahan jiwa. Owi belahan jiwanya Butet, begitu juga sebaliknya. Apa yang mereka lakukan, akan berpengaruh untuk mereka berdua. 

Sekarang kalau Butet kasih tahu Owi, bukannya marah, tapi namanya orang Manado kan kalau ngasih tahu mungkin terdengar tegas. Saya juga sebagai orang Timur juga sering begitu, ngasih tahu anak saya seperti lagi marah padahal tidak. 

Saya lihat setelah itu Owi jadi lain, makanya di olimpiade mereka seperti nggak ada celah. Semua pertandingan sampai final diselesaikan dengan baik. 

Owi/Butet sampai merepotkan musuh bebuyutan mereka waktu itu, Zhang Nan/Zhao Yunlei (Tiongkok). Zhang/Zhao sebelumnya kompak, tapi jelang olimpiade sempat kelihatan tidak harmonis di lapangan. Sebaliknya Owi/Butet dari jauh-jauh hari berantem, tapi pas olimpide akur banget, ya jadi sulit mengalahkan mereka. 

Coach Richard tentunya merasa bangga saat Owi/Butet bisa dapat gelar-gelar prestisius yang diimpikan semua atlet yaitu emas olimpiade, gelar kejuaraan dunia serta gelar All England yang bergengsi?

Saya bersyukur tim ganda campuran punya feel di kejuaraan-kejuaraan itu (olimpiade, kejuaraan dunia dan All England). Kami dapat hasil yang cukup baik di situ. Waktu di Olimpiade Rio 2016 saya ingat waktu Owi/Butet harus ketemu sama Praveen (Jordan)/Debby (Susanto) di perempat final, banyak tim negara lain yang senang karena salah satu wakil Indonesia pasti terhenti. Memang persaingannya sangat ketat, bahkan sesama pemain Indonesia, saya sempat khawatir juga Praveen/Debby kasih perlawanan sengit ke Owi/Butet karena mereka pun punya ambisi.

Mudah-mudahan tren di kejuaraan-kejuaraan bergengsi ini bisa dilanjutkan pemain-pemain ganda campuran lainnya. Sudah ada Praveen yang dapat dua gelar All England waktu bersama Debby dan satu lagi bersama Melati (Daeva Oktavianti), semoga ke depannya bisa dapat hasil bagus di kejuaraan dunia dan olimpiade. 

Sebagai penutup, apa pesan-pesan Coach Richard kepada Owi?

Saya berharap apapun yang dilakukan Owi setelah ini, lakukan seperti dia berjuang di lapangan bulutangkis, berjuang dari nol sampai jadi seseorang. Owi harus bisa tetap jaga reputasi, rendah hati dan jangan sombong, Di dunia bulutangkis, orang lihat kita ada di 'atas', begitu keluar dari bulutangkis, kita bukan siapa-siapa lagi, bukan bintang lagi, jadi harus pintar-pintar membawa diri, pintar bergaul juga. ***

Halaman:

Editor: Markon Piliang

Terkini

X