logo

Baru Dilantik, Dirjen IA Patok Industri Mamin Tumbuh di Atas 8 Persen

Baru Dilantik, Dirjen IA Patok Industri Mamin Tumbuh di Atas 8 Persen

Dirjen Industri Agro (IA) Kementerian Perindustrian Abdul Rochim.
13 Juni 2019 15:32 WIB
Penulis : Laksito Adi Darmono

SuaraKarya.id - JAKARTA: Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Abdul Rochim membidik industri makanan dan minuman (mamin) mampu tumbuh di atas 8 persen hingga akhir 2019.

"Ya, kalau bisa 9 persen atau 10 persen," kata Abdul Rochim, usai dilantik di kantor Kemenperin di Jakarta, Kamis (13/6/2019).

Rochim bersama sejumlah pejabat eselon I dilantik Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto Kamis pagi. Pelantikan berlangsung sekitar pukul 09.00 WIB dan berlangsung selama kurang lebih 20 menit di Kantor Kemenperin.

Pejabat eselon I lainnya adalah Eko Suseno Agung Cahyanto menjadi Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia. Selanjutnya, Doddy Rahadi yang dilantik menjadi Dirjen Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII), serta Masrokhan yang dilantik menjadi Staf Ahli Menteri Bidang Komunikasi.

Kepada media, Rochim menyampaikan target pertumbuhan tahun ini dipatok sesuai dengan harga sawit yang turun drastis, di mana produk ini masih menjadi andalan pertumbuhan industri mamin.

"Makanya, itu menjadi prioritas bagaimana sawit bisa dimanfaatkan seoptimal mungkin di dalam negeri, sehingga harganya bisa meningkat," ungkap Rochim.

Salah satu cara untuk memanfaatkan sawit di dalam negeri yakni menjadikannya sebagai campuran dalam bahan bakar Biodiesel 20 (B20).

Menperin Airlangga Hartarto menyampaikan industri makanan dan minuman menjadi sektor juara (champion) karena menjadi salah satu sektor manufaktur andalan dalam memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

"Potensi industri makanan dan minuman di Indonesia bisa menjadi champion karena supply dan user-nya banyak. Untuk itu, salah satu kunci daya saingnya di sektor ini adalah food innovation and security," kata Airlangga.

Capaian kinerjanya selama ini tercatat konsisten terus positif, mulai dari perannya terhadap peningkatan produktivitas, investasi, ekspor hingga penyerapan tenaga kerja.

Kementerian Perindustrian mencatat sepanjang tahun 2018 industri makanan dan minuman mampu tumbuh sebesar 7,91 persen atau melampaui pertumbuhan ekonomi nasional di angka 5,17 persen.

Bahkan, pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang pada triwulan IV-2018 naik sebesar 3,90 persen (y-on-y) terhadap triwulan IV-2017, salah satunya akibat meningkatnya produksi industri minuman yang mencapai 23,44 persen. ***