logo

NTP dan NTUP Melejit, Akademisi IPB: Program Kementan Nyata Sejahterakan Petani

NTP dan NTUP Melejit, Akademisi IPB: Program Kementan Nyata Sejahterakan Petani

Mentan Amran Sulaiman bersama buruh petani memanen bawang merah. (Dok. Kementan)
13 Juni 2019 15:08 WIB
Penulis : Laksito Adi Darmono

SuaraKarya.id - JAKARTA: Badan Pusat Statistik (BPS) merilis perkembangan Nilai Tukar Petani (NTP) dan Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP)  bulan Mei 2019. Tercatat, NTP bulan tersebut sebesar 102,61 atau naik 0,38 persen dari NTP bulan April yang hanya 102,23. Pun NTUP bulan Mei sebesar 111,94, naik 0,73 persen dari bulan April sebesar 111,13.

Ekonom Institut Pertanian Bogor (IPB), Prima Gandhi menyebut kenaikan NTP dan NTUP tersebut menunjukkan bahwa program yang dijalankan Kementerian Pertanian nyata berdampak pada peningkatan hasil dan kesejahteraan petani.

NTP merupakan perbandingan indeks harga yang diterima petani terhadap indeks harga yang dibayar petani. NTUP pun merupakan perbandingan antara indeks harga yang diterima petani dengan indeks yang dibayar petani untuk produksi dan penambahan barang modal.

“Jadi NTP dan NTUP merupakan indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani di perdesaan dan juga menunjukkan daya tukar dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP dan apalagi NTUP, secara relatif semakin kuat pula tingkat daya beli petani,” ujarnya di Bogor, Senin (10/6/2019).

Oleh karena itu, Gandhi memberikan apresiasi terhadap program pemerintahan Jokowi-JK melalui Kementerian Pertanian (Kementan) yang selalu berkomitmen untuk menjalankan program yang berdampak nyata pada peningkatan hasil dan kesejahteraan petani. Program revolusioner dalam membangun pertanian di antaranya mekanisasi pertanian, penggunaan benih unggul dan pupuk secara tepat waktu, petani milenial dan penataan tata niaga pangan melalui tindakan tegas terhadap mafia pangan.

“Kami mengharapkan raihan positif ini terus berlanjut. Sebab dampak program ini sangat nyata dirasakan langsung petani. Misalnya program mekanisasi pertanian benar-benar mengefisienkan biaya produksi, pekerjaan lebih cepat dan produk yang dihasilkan lebih berkualitas sehingga nilai jualnya lebih tinggi. Akhirnya pendapatan petani ikut naik,” bebernya.

Sebelumnya, Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan, kenaikan NTP dan NTUP bulan Mei 2019 ini didukung oleh kenaikan NTP pada semua subsektor pertanian. Kenaikan dua indikator daya beli petani ini utamanya didorong oleh subsektor hortikultura. 

"Seluruh subsektor ada peningkatan NTP secara menggembirakan. Secara umum, kenaikan NTP terjadi lantaran panen raya telah usai. Pola serupa juga terjadi pada Mei 2017 dan 2018 yang mengalami peningkatan lantaran musim panen raya selesai,” ujarnya.

Perlu diketahui, kenaikan NTP bulan Mei 2019 banyak ditopang oleh kenaikan NTP subsektor hortikultura sebesar 102,41 )naik 1,42 persen), NTP peternakan 107,71 (naik 0,83 persen) dan NTP tanaman perkebunan rakyat 96,02 (naik 0,43 persen) dari bulan sebelumnya. 

Sama halnya dengan NTP, prestasi kenaikan NTUP pada periode tersebut banyak ditopang dari naiknya NTP subsektor hortikultura 114,11 (naik 1,72 persen), NTP peternakan 117,37  (naik 1,03 persen) dan NTP tanaman perkebunan rakyat 106,01 (naik sebesar 0,99 persen) dari bulan sebelumnya. ***