logo

Sampah Warga Jakarta Setara Candi Borobudur Per Hari, DLH DKI Targetkan Kurangi 20 Persen.

Sampah Warga Jakarta Setara Candi Borobudur Per Hari, DLH DKI Targetkan Kurangi 20 Persen.

Peluncuran Program JWLI di kawasan Karet Kuningan, Kamis (13/6/2019).
13 Juni 2019 14:44 WIB
Penulis : Yon Parjiyono

SuaraKarya.id - . JAKARTA: Sampah warga DKI Jakarta mencapai 7.500 ton per hari atau setara besaran Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

Untuk itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI meluncurkan program Jakarta Less Waste Initiative (JLWI), di Jakarta Smart City (JSC) Hive, Jakarta Selatan, Kamis (13/6/2019).

Pelucuran program ini untuk antisipasi kritisnya daya tampung TPA Bantargebang, Bekasi yang diprediksi 2025 tidak mampu menampung sampah lagi.

Hal itu ditegaskan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI, Andono Warih. Ia mengatakan, program JLWI tersebut mengajak pemilik atau manajemen gedung, perkantoran, mal, hingga restoran untuk menjadi pionir dalam upaya pengurangan sampah Ibu Kota.

Program fasilitasi ini bersifat terbuka bagi dunia usaha untuk ikut serta, dan akan berlangsung selama enam bulan, mulai dari Juni hingga November 2019.

“Pelaksanaan inisiatif terbagi dalam dua kategori, yakni gedung dan restoran. Dengan adanya inisiatif ini, tujuannya adalah dunia usaha dapat menerapkan upaya pengurangan dan penanganan sampah yang bertanggung jawab di Jakarta serta dapat berkontribusi untuk melakukan pengurangan sampah sebesar 10 persen di lokasi usahanya,” kata Andono saat menjadi nara sumber acara.

Ia menambahkan, selama program berlangsung, partisipan akan mendapatkan pelatihan persampahan, konsultasi, hingga monitoring dan evaluasi.

“Peserta dengan praktik pengolahan dan pengurangan sampah terbaik akan mendapatkan penghargaan 'Apresiasi Masyarakat Peduli Lingkungan' yang diberikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta pada bulan November 2019,” ujar Andono.

Program ini dilaksanakan karena Andono melihat isu sampah telah menjadi tantangan utama yang dihadapi oleh kota Jakarta. Apalagi jumlah sampah di Jakarta terus melonjak naik setiap tahunnya. Hingga saat ini terdata total sampah Jakarta adalah sebanyak 7.500 ton per hari.

“Bila ini dibiarkan terus-menerus, maka ada kekhawatiran pada 2021, TPST Bantargebang diprediksikan tidak bisa menampung sampah lagi, karena sudah melebihi kapasitas tampungnya,” ucap Andono.

Menjawab tantangan tersebut, dan sejalan dengan amanat dari Kebijakan Strategi Nasional (Jakstranas), Pemprov DKI memiliki target bersama adanya pengurangan jumlah sampah sebanyak 20 persen, dan penanganan sampah sebanyak 80 persen di wilayah Jakarta.

“Adanya partisipasi semua pihak menjadi urgensi untuk mencapai target tersebut,” kata M Bijaksana Junerosano, praktisi persampahan Berdasarkan data kajian dari Dinas Kebersihan DKI Jakarta (sekarang Dinas Lingkungan Hidup) pada 2011, sumber sampah DKI Jakarta 60,5 persen berasal dari kawasan permukiman.

Kemudian pada posisi kedua, sampah berasal dari kawasan komersial atau dunia usaha sebesar 28,7 persen.

“Saat ini sudah banyak program edukasi persampahan di masyarakat, tetapi belum ada program secara spesifik yang merangkul kawasan usaha atau dunia komersial. Makanya kita luncurkan program ini. Agar paling tidak, sampah dari dunia usaha atau komersial yang hampir 29 persen ini dapat berkurang. Itu target kita,” tuturnya.

"Talkshow and Public Launch Jakarta Less Waste Building and Restaurant Initiative 2019" di Jakarta Smart City Hive kepada media pers dan komunitas bersama disampaikan Kementerian Lingkungan Hidup RI, Agus Suprianto, Plt Kepala Dinas LH Prov DKI Andono Warih, News Anchor Pandu Laut, Prita Laura, dan Praktisi persampahan, Waste4Change, M Bijaksana Junetosano.

Agus Suprianto mendukung penuh program DLH tentang pengurangan sampah 20 persen per hari." Kami dukung penuh target DLH DKI," kata Agus.

Editor : Yon Parjiyono