logo

Sejumlah Advokat Adukan Bambang Widjojanto Ketiga Peradi

Sejumlah Advokat Adukan Bambang Widjojanto Ketiga Peradi

Juniver Girsang salah satu pimpinan Peradi terima pengaduan tentang Bambang Widjojanto
13 Juni 2019 11:36 WIB
Penulis : Wilmar Pasaribu

SuaraKarya.id - JAKARTA: Sejumlah advokat melaporkan advokat Dr Bambang Widjoyanto SH MH  ketiga Peradi karena diduga melakukan pelanggaran kode etik profesi advokat. Pasalnya, Bambang Widjojanto sekaligus pula sebagai pejabat penerima gaji Rp 42.220.000.- di lingkungan Pemprov DKI Jakarta Jakarta namun di pihak lain menjalankan profesi advokat sebagai kuasa hukum Prabowo-Sandi dalam sidang di Mahkamah Konstitusi (MK).

Dalam kegiatannya membela Prabowo-Sandi, advokat di tiga Peradi menduga telah terjadi pelanggaran UU Advokat. Bambang juga dinilai merendahkan martabat dan derajat lembaga peradilan dengan menyebut MK sebagai mahkamah kalkulator dari rezim yang korup.

Menurut siaran pers yang dikirimkan advokat Bahtiar Sitanggang dan Sandy Situngkir, pengaduan hari ini (Kamis, 13 Juni 2019) dilakukan ke Peradi  ipmpinan Fauzi Hasibuan, dan Peradi pimpinan Luhut MP. Sedangkan pengaduan ke Peradi pimpinan Juniver Girsang sudah dilakukan pada Rabu 13 Juni 2019.

Sebelumnya advokat senior yang juga Direktur Eksekutif Govermaint Againt Coruption and Discrimination (GACD) Andar M Situmorang juga  meminta Gubernur Anies Baswedan membatalkan pengangkatan Bambang Widjojanto sebagai Ketua Komite Pencegahan Korupsi yang merupakan bagian dari Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP).  Alasan, karena diketahui bahwa Bambang Widjojanto ditetapkan sebagai tersangka kasus menghadirkan saksi palsu dalam persidangan Pemilukada Kotawaringin Barat di Mahkamah Konstitusi (MK) beberapa waktu lalu. Namun hingga kini belum diproses hukum sesuai prosedur hukum yang berlaku. “Belum ada kepastian hukum terkait status tersangka keterangan palsu itu,” ujar Andar.

Keberatan sama atas keberadaan Bambang Widjojanto juga dikemukakan Prof Dr OC Kaligis SH MH. Dia mengaku telah menyurati Anies Baswedan agar memberhentikan Bambang Widjojanto yang selama ini digaji dari anggaran TGUPP sebesar Rp 41.220.000 per bulan. “Menjadi pertanyaan saat pemerintah giat-giatnya memberantas korupsi, Anda (Anies Baswedan) mengangkat tersangka yang merekayasa keterangan saksi-saksi di MK sebagai pemimpin pegiat antikorupsi di pemerintahan Bapak Gubernur,” tulis OC Kaligis.

OC Kaligis juga mempertanyakan kepantasan seorang yang berlatarbelakang pelaku pidana dideponeer dan diberhentikan sebagai komisioner KPK kemudian diangkat kembali untuk jabatan penting di DKI.  “Saya yakin Bapak Gubernur bukan pelindung para tersangka pidana untuk duduk dalam pemerintahan bapak yang terkenal bersih, karena bapak sendiri berhasil diangkat sebagai Gubernur karena saya percaya bapak adalah orang yang jujur yang punya penuh integritas dalam mengantar kami rakyat bapak menuju clean government,” tuturnya.

Tidak hanya advokat,  Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Adnan Topan Husodo juga menyoroti status Bambang Widjojanto yang menjadi ketua tim hukum Prabowo-Sandiaga dalam gugatan sengketa hasil Pilpres 2019 di MK.  Menurut Adnan, tidak etis jika Bambang Widjojanto menjadi pengacara dalam sengketa politik saat mana dia makan gaji dari negara.

Sekalipun kasusnya Bambang Widjojanto telah dideponeer, tetap saja tidak menghilangkan statusnya itu sebagai tersangka hingga kini. “Apalagi keputusan deponeering kasusnya Bambang Widjojanto itu tanpa melalui prosedur yang wajar sesuai dengan keputusan Mahkamah Konstitusi Nomor 29/PUU-XIV/2016. MK menyatakan bahwa keputusan deponeering harus melalui proses konsultasi dengan DPR, Mahkamah Agung dan Kapolri. Sedangkan dalam kasusnya Bambang Widjojanto itu keputusan deponeering diputuskan secara sepihak oleh Kejakgung kala itu. Entah ada kongkalingkong apa antara Bambang Widjojanto dan Kejaksaan Agung saat itu,” ungkap Andar. Deponering menurut pasal 77 KUHAP yaitu pemberlakuan penghentian penuntutan, namun tidak termasuk penyampingan perkara untuk kepentingan pribadi.

Editor : Dwi Putro Agus Asianto