logo

Potensi Pariwisata Di Kota Sorong Belum Dikelola Secara Maksimal

Potensi Pariwisata Di Kota Sorong Belum Dikelola Secara Maksimal

Mercy Pattawala (kiri) Ny Sarah Pattawala (kanan)
12 Juni 2019 22:34 WIB
Penulis : Yacob Nauly

SuaraKarya.id - SORONG:Pengusaha muda bidang perhotelan  di Sorong, Mercy Pattawala SE,MM, mengatakan, potensi objek  wisata di daerah ini, cukup besar namun hingga kini belum ada investor yang berani  mengelola lahan ekonomi  yang menjanjikan itu.

Dikatakan wisata pantai yang menjadi andalan satu-satunya di Sorong  saat ini hanya di Tanjung Kasuari, yang penuh sesak dengan pengunjung  tiap hari libur.

“Kita liat saja animo masyarakat  Sorong untuk menghabiskan hari liburnya di  tempat-tempat wisata cukup tinggi. Namun  hingga saat ini belum ada lokasi-lokasi objek wisata yang disiapkan para investor atau pemerintah daerah kepada warganya,”kata  Mercy, didampingi ibu tercintanya, Ny Sarah Pattawalla kepada Suara Karya di Sorong, Rabu (12/6/2019).

Pemilik Hotel Manise  yang terletak di Jean baru Kota Sorong ini, mengatakan, di kota  Sorong ada hutan lindung serta  hutan mangrove yang cukup luas. Ada lagi pulau Doom, pusat pemerintahan  Sorong pertama sejak zaman  Belanda hingga NKRI.

Pulau berjarak setengah mil dari pusat Kota Sorong itu tidak dikelalo  untuk kepentingan wisata, tapi  justru dibiarkan biasa-biasa saja. Padahal kalau ditata dengan baik akan menjadi icon  atau pusat  pariwisata di daerah ini.

“Kemudian objek wisata yang menjanjikan juga adalah hutan mangrove yang  cukup luas di Sorong justru belum dimanfaatkan secara maksimal  sebagai objek wisata. “Yang penting adalah lokasi objek wisata itu mudah dterjangkau serta  keamanannya  terjamin, dipastikan sangat  laris dikunjungi wisatawan,”katanya.

 Kawasan hutan mangrove atau bakau yang terdapat di sejumlah daerah pesisir Kota Sorong kalau ditata dengan tepat dapat diberdayakan menjadi lokasi pariwisata konservasi alam yang menarik bagi turis.

Ia, mencontohkan hutan mangrove di kilo meter 7 hingga kilo meter 14 pantai, jika terawat dengan baik  seperti  hiasan yang tertata dengan baik, maka akan  menjadi destinasi wisata.

Dikatakan Mercy putri pertama dari tokoh masyarakat Maluku di Sorong Raya, Hengky Pattawala (almarhum), dengan menjadi lokasi wisata, maka hal itu juga bisa menambah sumber pendapatan bagi masyarakat setempat dan tentunya Pemerintah daerah juga.

Inovasi guna mengembangkan sektor pariwisata juga telah dilakukan sejumlah daerah di Sorong Raya seperti Raja Ampat dan Kabupaten Sorong.
 

Dia memaparkan, di Kota Sorong saat ini juga ada reklamasi pantai namun belum diketahui apakah hanya untuk pertokoan saja atau bisa dimanfaatkan untuk bidang wisata juga.

Belum termasuk kalau di areal hutan yang cukup luas di kilo meter 13 hingga 16 Kota Sorong dijadikan kebun  binatang. Atau, arena wisata lainnya, tentu  sangat laris dikunjungi warga daerah ini karena letaknya di tengah  atau perbatasan  Kota dan Kabupaten Sorong. ***

Editor : Yon Parjiyono