logo

Lima Langkah Kemensos Dalam Menangani Korban Bencana

Lima Langkah Kemensos Dalam Menangani Korban Bencana

Dirjen KinJamsos Harry Hikmat (kiri) mendampingi Mensos Agus Gumiwang Kartasasmita (kanan) saat menyalurkan bantuan di Konawe Utara, Sultra. (foto, ist)
12 Juni 2019 21:53 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - KENDARI: Dalam kesempatan mendampingi Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita mengunjungi warga terdampak banjir, di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (11/6/2019), Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial (Dirjen Linjamsos) Harry Hikmat mengungkapkan, ada lima langkah yang dilakukan Kementerian Sosial (Kemensos) dalam penanganan bencana di Konawe Utara dan Buton.

Yakni, ungkapnya, Asesmen Kebutuhan Warga, Pengerahan personel Taruna Siaga Bencana (TAGANA), Membuka Layanan Dapur Umum di lokasi pengungsian, Menyalurkan Bantuan, dan memberikan Layanan Dukungan Psikososial (LDP).

Lewat keterangan persnya, di Jakarta, Rabu, (12/6/2016), dia menjelaskan, asesmen dilakukan oleh Tim Kemensos bekerja sama dan berkoordinasi dengan dinas sosial setempat. Asesmen mencakup kebutuhan mendesak pengungsi dan pendataan warga di pengungsian.

Kemudian pendirian dapur umum guna pemenuhan kebutuhan makanan warga terdampak banjir, selama mereka berada di pengungsian. Dapur umum lapangan ini dikelola oleh personel Tagana. Dapur umum juga melayani kebutuhan makanan relawan kebencanaan serta petugas penanggulangan bencana. 

"Total personel tagana yang diterjukan ke Kabupaten Konawe Utara sebanyak 26 orang dan di Kabupaten Buton sebanyak 40 orang," sebut Dirjen Linjamsos. Dikemukannya, Tagana membantu evakuasi, memobilisasi bantuan dan juga memberikan pendampingan kepada pengungsi.

Langkah berikutnya, LDP bagi pengungsi khususnya anak-anak di pengungsian. Layanan ini diberikan oleh Tim LDP Kemensos, Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan relawan lainnya.

Di Kabupaten Konawe Utara, LDP dilakukan di dua titik posko pengungsian dan Kabupaten Buton dilakukan di tiga titik pengungsian. Masing-masing LDP melekat dengan dapur umum lapangan di lokasi pengungsian.

Seperti diketahui hujan deras yang mengguyur Kabupaten Konawe Utara terjadi sejak Sabtu (1/6/2019) hingga Minggu (9/6/2019) menyebabkan meluapnya tiga sungai. Yakni Sungai Lalindu, Lasolo, serta Landawe. Sehingga, mengakibatkan banjir di enam kecamatan.

Bencana ini mengakibatkan 1.593 kepala keluarga atau 5.699 jiwa mengungsi (data per Selasa,11/6)/2019. Sebanyak 185 rumah hanyut, ratusan hektar sawah, ladang dan tambak rusak diterjang air. Banjir juga merendam 1.235 rumah, 3 pasar, dan 5 bangunan masjid.

Demikian pula fasilitas umum seperti jembatan terputus, puskesmas dan gedung sekolah terendam banjir, aliran listrik dan komunikasi terputus.

Editor : Yon Parjiyono