logo

Pemerintah Fasilitasi Kepulangan PMI Dan 14 Anak Dari Yordania

Pemerintah Fasilitasi Kepulangan PMI Dan 14 Anak Dari Yordania

Para PMI tanpa dokumen yang berhasil dipulangkan ke Tanah Air. (foto, ist)
12 Juni 2019 21:20 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - AMMAN, YORDANIA: Pada hari terakhir masa Amnesti Pemerintah Yordania Selasa (11/6/2019) kemarin, pemerintah lewat KBRI Amman, berhasil kembali memfasilitasi kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Selain itu, pemerintah juga berhasil memulangkan 14 anak yang lahir dari PMI, yang melakukan hubungan tidak resmi dengan laki-laki warga negara lain. Bersamaan dengan ibu dan anak itu, dipulangkan sejumlah PMI yang sudah kadaluarsa masa ijin tinggalnya.

"Sehingga, jumlah total WNI yang dipulangkan dalam kloter terakhir program amnesti berjumlah 49 orang," ujar Dubes Indonesia Andy Rachmianto, di Amman, Yordania, Rabu (12/6/2019).

Lewat siaran pers, dia menjelaskan, pemulangan kali ini merupakan pemulangan tahap keenam atau pemulangan terakhir di masa program amnesti tahun ini.

"Dengan pemulangan tahap terakhir ini, KBRI Amman berhasil mengosongkan penghuni penampungan (zero shelter), yang merupakan catatan pertama sepanjang sejarah perlindungan WNI/PMI di Yordania," tuturnya.

Seperti diketahui, sejak dua tahun terakhir, KBRI Amman telah berhasil memulangkan 692 orang PMI, termasuk sejumlah anak-anak. Tahun 2019 melalui program amnesti Pemerintah Yordania, KBRI Amman telah berhasil membantu kepulangan 210 orang PMI bermasalah dan 14 anak, yang lahir dari hubungan tidak resmi menurut hukum Yordania.

Dengan adanya kebijakan Amnesti 2019 ini, KBRI Amman telah berupaya keras, agar para PMI ilegal yang memiliki anak dari hubungan tidak resmi itu dapat dibantu pemulangannya, dan memperoleh status resminya sebagai WNI.

"Pemulangan tahap akhir program amnesti tahun 2019 ini, menandai kejelasan status kewarganegaraan anak-anak para pekerja migran tersebut, setelah sekian lama mereka tidak jelas statusnya," tutur Andy.

Di bagian lain, Atase Ketenagakerjaan KBRI Amman Suseno Hadi mengemukakan, anak-anak tersebut terlahir dari para ibu pekerja migran yang tidak berdokumen. Disebutkannya, jumlah pekerja migran yang mempunyai anak dari hubungan tidak resmi lebih dari 20 orang dengan jumlah anak sedikitnya 30 orang.

“Para pekerja migran yang memanfaatkan program amnesti untuk pulang ke tanah air adalah mereka yang sudah habis masa kontrak kerja dan izin tinggalnya di Yordania dan memaksakan diri bekerja secara illegal,” jelasnya.

Data dari Imigrasi Yordania tahun 2019 menynjukan tercatat masih ada sedikitnya 1.000 orang yang tidak memiliki izin kerja maupun izin tinggal di Yordania. "Mereka rentan perlindungan sevagai para pekerja migran," ujarnya.

Editor : B Sadono Priyo