logo

Mensos Salurkan Rp3,7 Miliar Untuk Warga Terdampak Bencana Dan Konflik

Mensos Salurkan  Rp3,7 Miliar Untuk Warga Terdampak Bencana Dan Konflik

Mensos Agus Gumiwang Kartasasmita (kedua dari kiri) secara simbolis menyerahkan bansos pada Gubernur Sultra Ali Mazi (kedua dari kanan) disaksikan Dirjen LinJamsos Kemensos Harry Hikmat (kiri) dan Danrem 143/HO Kolonel Inf Yustinus Nono Yulianto (kanan). (foto, ist)
12 Juni 2019 20:27 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - KENDARI: Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita menyalurkan bantuan sosial (bansos) perlindungan korban bencana alam banjir di Kabupaten Konawe Utara dan konflik sosial di Kabupaten Buton senilai total Rp3,7 miliar.

"Bantuan ini merupakan tahap pertama untuk Sultra, apabila nanti ada kebutuhan tambahan pemda dapat mengajukannya ke Kementerian Sosial (Kemensos)," tutur Mensos, saat penyerahan bantuan yang berlangsung di Pos Komando Penanggulangan Bencana Sulawesi Tenggara (Sultra), di Makorem 143/HO, Kota Kendari, Selasa (11/6/2019).

Dalam keterangan persnya, dia berharap bantuan yang telah didistribusikan bertahap ini dapat meringankan beban warga. "Sebagaimana arahan Bapak Presiden Joko Widodo, sesaat setelah terjadinya bencana, Kenensos harus secepatnya melakukan langkah-langkah perlindungan sosial korban bencana," ungkapnya.

Penyerahan bantuan secara simbolis disampaikan Mensos kepada kepada Gubernur Sultra Ali Mazi disaksikan Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Harry Hikmat, Danrem 143/HO Kolonel Inf Yustinus Nono Yulianto, Wali Kota Kendari Sulkarnain, Kepala Basarnas Kendari Djunaidi, Kepala Pelaksana BPBD Sultra Boy Ihwansyah.

Bantuan terbagi menjadi dua bagian yakni Bantuan Penanganan Banjir di Kabupaten Konawe Utara senilai Rp1,5 miliar dan Bantuan Penanganan Konflik Sosial di Kabupaten Buton Rp2,2 miliar. Dalam penyerahan bantuan secara sombolis ini, Mensos memperlihatkan beberapa contoh bantuan logistik.

Di antaranya makanan siap saji dalam kemasan kaleng higienis, yang langsung dapat dikonsumsi, selimut untuk pengungsi, paket pakaian untuk anak, paket perlengkapan makan. Ditambah bantuan peralatan kebersihan, di antaranya gerobak dorong, selang air, gergaji, gayung air, sapu lidi bertangkai.

Bantuan untuk Kabupaten Konawe Utara, ujarnya, terdiri dari Logistik Tanggap Darurat dan Bantuan Perlengkapan Kebersihan Pengungsi. Sedangkan, bantuan untuk Kabupaten Buton terdiri dari Logistik Tanggap Darurat, Santunan Ahli Waris Korban Meninggal, Bantuan Keserasian Sosial, Bantuan Kearifan lokal, Bantuan Bahan Bangunan Rumah, dan Bantuan Usaha Ekonomi Produktif.

"Bantuan sudah disalurkan secara bertahap. Untuk tahap awal kami prioritaskan pengiriman bantuan logistik tanggap darurat bencana. Di antaranya bantuan makanan siap saji, lauk pauk, selimut, kasur, tenda gulung, dan perlengkapan anak, perlengkapan makan dan sandang," paparnya.

Sementata, untuk Kabupaten Buton selain bantuan logistik dan santunan ahli waris korban meninggal, juga terdapat bantuan untuk mendorong rekonsiliasi pascakonflik sosial agar tidak terulang kembali. "Kita juga harus memberikan perhatian serius untuk peristiwa di Kabupaten Buton. Pemerintah akan mencari jalan keluar agar peristiwa di Kabupaten Buton ini tidak terjadi lagi," jelad Mensos.

Bantuan Keserasian Lokal dan Bantuan Kearifan Lokal, kata dia, untuk Kabupaten Buton sebagai upaya pencegahan konflik. Tujuannya membangun dan memperkuat kerukunan warga, sehingga kelak tercipta harmonisasi sosial masyarakat di aerah rawan konflik.

"Salah satunya melalui penguatan kearifan lokal dengan membangun nilai-nilai budaya lokal sebagai media dalam pencegahan konflik sosial di masyarakat," tuturnya.

Editor : B Sadono Priyo