logo

Majalah Sudut Pandang Tetap Hadir Saat Medsos Merajalela

Majalah Sudut Pandang Tetap Hadir Saat Medsos Merajalela

Pimred Majalah Sudut Pandang Dra Umi Syarifah di antara anak yatim
12 Juni 2019 11:31 WIB
Penulis : Wilmar Pasaribu

SuaraKarya.id - JAKARTA: Bukan hal mudah menerbitkan majalah cetak, full color lagi, saat ini di era merajalelanya media sosial (medsos) dan media cetak bertumbangan. Namun, dalam kondisi sesulit apapun jika disikapi dengan solusi tepat maka akan dapat dipertahankan majalah cetak tersebut.

Kiat tepat itulah agaknya yang dipergunakan Pimpinan Redaksi (Pimred) Majalah Sudut Pandang, Dra Umi Syarifah, yang juga mengelola media online Sudut Pandang.com. Terbukti, majalah cetak dan online tersebut telah memasuki usia ke-4 tahun.

“Terus terang saya sulit memaparkan kiat-kiat mengelola majalah cetak dan online ini. Yang saya lakukan bekerja dan bekerja dengan harapan diridhoi Allah Alloh subhana wa ta'ala,” kata Umi Syarifah di Jakarta, Rabu (12/6/2019).

Sebagai bentuk rasa syukur atas keberadaan media cetak majalah Sudut Pandang dan media online Sudut Pandang.com tahun ini yang ke-4, Umi dengan kawan-kawan (dkk) pun mengadakan tasyakuran berupa buka puasa bersama dan santunan untuk anak yatim di Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) Aisyiyah,  Kampung Sumur,  Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur, sebelum hari raya Idul Fitri, tepatnya 2 Juni 2019. "Alhamdulillah, pada bulan Ramadhan 1440 Hijriah ini, kami kembali dapat berbagi dengan anak-anak yatim, mohon do'a nya semoga kami dapat terus menyisikan rezeki dan terus berbagi kebahagiaan menjelang Hari Raya Idul Fitri," kata Dra Umi Syarifah.

Dia mengucapkan terima kasih kepada H Romani, salah satu penasehat rohani Majalah Sudut Pandang yang telah menyediakan tempat untuk berlangsungnya acara berbagi setiap tahunnya. "Terima kasih Pak H Romani dan Ibu Hj Munawaroh atas bimbingannya selama ini, semoga Allah SWT membalas semua kebaikannya, terima kasih juga kepada Pak H Tri Juwono, Bapak Marnur, Pak H Jajang, Pak H Jamal, Pak Irvan Dadi, dan para jamaah Majlis Dzkir Al-Mustofa yang insya Allah dimuliakan Allah SWT yang telah hadir dan mendo'akan," ujar alumni Universitas Ibnu Chaldun tersebut.

Umi secara khusus mengucapkan terima kasih ke Suherman Mihardja SH MH, Ari Yusuf Amir SH MH dan semua pihak yang telah membantu mensupport acara santunan anak yatim tersebut.

H Romani dalam tausiahnya menyebutkan, menyantuni anak yatim merupakan bentuk rasa syukur atas segala nikmat-Nya, karena setiap rezeki yang diberikan Allah SWT terdapat hak orang lain. Menurutnya, esensi rasa syukur bukan hanya sebatas lisan dengan mengucapkan Alhamdulillah, namun harus diiringi dengan amal perbuatan. Siapa yang pandai bersyukur, maka  Allah SWT akan menambah nikmatnya, dan jika kufur tinggal menunggu kehancurannya. "Menyantuni anak yatim adalah akhlaq yang sangat mulia di mata Allah SWT, maka kita akan menjadi manusia yang jauh lebih baik, dan lebih bermanfaat untuk orang lain. Semoga Allah SWT selalu memberikan kita kekuatan agar bisa tetap beribadah pada-Nya dan selalu berada dalam bimbingan yang lurus untuk membawa kita pada kebahagiaan selama hidup di dunia dan kelak di akhirat," ujarnya.

Rezeki disebutkan bukan hanya berupa materi semata, banyaknya materi tidak menjamin kebahagiaan, kesuksesan hidup diukur dari keberkahan dan kemanfaatan hidup kita terhadap sesama.  “Itu yang akan membuat kita tenang dan bahagia dalam hidup ini, hal tersebut dapat kita capai dengan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT," pesan pimpinan Majlis Dzikir Al-Mustofa itu.

Keimanan dan ketaqwaan yang akan menuntun manusia menuju kebahagiaan sejati, tidak menjadikan materi sebagai tujuan utama sehingga menghalalkan segala cara, semoga Allah SWT memberikan hidayah kepada kita semua sehingga bisa menjadi hamba yang bertaqwa. Senyum bahagia terlihat dari anak yatim saat menerima santunan dan bingkisan Hari Raya Idul Fitri. Mereka mengucapkan terima kasih dan mendo'akan melalui acara tersebut senantiasa mendapat keberkahan. Sambil menunggu adzan maghrib berkumandang, semua yang hadir berdzikir, bersholawat dan berdo'a bersama.

"Semoga keberkahan Ramadhan bersama kita semua, dan kita kembali dipertemukan kembali dengan bulan suci penuh berkah berikutnya dalam suasana yang lebih bersukacita, penuh berkah dan rezeki kian merata," harap Irvan Dadi.

Editor : Laksito Adi Darmono