logo

Trump: Saya Terima Surat 'Manis' Dari Kim Jong Un

Trump: Saya Terima Surat 'Manis' Dari Kim Jong Un

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Kamis mengakhiri pertemuan mereka yang kedua di Hanoi, Ibu Kota Vietnam, tanpa mencapai kesepakatan. (Reuters/Antara)
12 Juni 2019 06:17 WIB
Penulis : Dwi Putro Agus Asianto

SuaraKarya.id - WASHINGTON: Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Selasa (11/6/2019) mengatakan telah menerima surat yang sangat hangat dari Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, dan menyebutnya sebagai korespondensi "yang indah".

Ketika berbicara kepada awak media di Gedung putih, Trump menambahkan, "Saya rasa sesuatu akan terjadi dan itu akan menjadi sangat positif," tanpa memberikan penjelasan.

Washington sedang berupaya merajut kembali momentum dalam pembicaraan dengan Pyongyang, yang bertujuan supaya Korea Utara meninggalkan program senjata nuklirnya. Trump dan Kim terakhir bertemu pada awal tahun ini di Hanoi namun gagal mencapai kesepakatan denuklirisasi.

Trump berbicara sehari setelah Wall Street Journal melaporkan bahwa saudara tiri Kim Jong Un, yakni Kim Jong Nam, merupakan informan Badan Intelijen Pusat (CIA) AS. Kim Jong Nam terbunuh di bandara Kuala Lumpur Malaysia pada 2017.

"Saya memang menerima surat manis dari Kim Jong Un ... Saya menghargai surat itu. Saya mengetahui informasi tentang CIA sehubungan dengan saudaranya, atau saudara tirinya. Dan saya akan memberitahunya bahwa itu tidak akan terjadi pada saya ... Saya tidak akan membiarkan itu terjadi." "Surat yang sangat manis dan hangat," kata Trump.

 "Saya rasa Korea Utara memiliki potensi yang luar biasa." Demikan laporan Reuters dilansir Antara. 

          Sikap Santun

Sebelumnya Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengatakan gagalnya pembicaraan dengan Amerika Serikat meningkatkan risiko kembali terjadinya ketegangan di masa lalu.

Kim hanya akan tertarik bertemu kembali dengan Presiden Donald Trump jika Amerika Serikat datang dengan sikap yang santun, kata media pemerintah KCNA pada Sabtu, 13 April 2019 lalu.

Kim mengatakan bahwa dirinya akan menunggu AS memutuskan "hingga akhir tahun ini".

"Yang diperlukan adalah supaya AS menghentikan cara kalkulasinya saat ini dan datang kepada kami dengan kalkulasi yang baru," kata Kim dalam pidatonya di Majelis Rakyat Tertinggi, Jumat.

Trump dan Kim menggelar pertemuan sebanyak dua kali, yakni di Hanoi pada Februari dan Singapura pada Juni lalu. Keduanya membangun itikad baik, namun gagal menyetujui kesepakatan untuk mencabut sanksi, yang menjadi imbalan bagi Korea Utara lantaran meninggalkan program rudal dan nuklir miliknya.

Trump pada Kamis menuturkan dirinya bersedia kembali bertemu dengan Kim. Namun dalam pidatonya pada Jumat, pemimpin Korea Utara itu mengatakan hasil KTT di Hanoi memaksanya mempertanyakan strategi keterlibatan internasional dan perkembangan ekonomi, yang ia adopsi tahun lalu. ***