logo

Nasib Caleg Terpilih Berstatus Napi Bojonegoro, Ditentukan Besok

Nasib Caleg Terpilih Berstatus Napi Bojonegoro, Ditentukan Besok

Wakil Ketua PC Pagar Nusa Bojonegoro, Bisri Choiron saat memberi keterangan di depan majelis.
11 Juni 2019 20:57 WIB
Penulis : Andira

SuaraKarya.id - SURABAYA: Seorang Caleg Terpilih Partai Nasdem untuk DPRD Bojonegoro terancam batal melenggang ke kursi dewan karena dugaan pelanggaran administrasi. Caleg Dwi Priyo Raharjo yang menyandang status mantan napi dalam dua perkara itu, kini masih menjalani proses sidang di Bawaslu Jatim, karena diduga tidak mempublikasikan catatan hitamnya tersebut.

Menurut Ketua Majelis Bawaslu Jatim, Ikhwanudin Alfianto, kepastian nasib sang caleg dapil III no urut 5 DPRD Bojonegoro itu akan ditentukan Rabu (12/6/2019). "Sidang akan masuk tahap putusan, besok," ujarnya dalam sidang di Bawaslu Jatim, Selasa (11/6/2019).

Sebelumnya, caleg Partai Nasdem yang dikenal suka berkelahi itu diaporkan oleh Ketua LSM Mliwis Putih, Bambang Laras Mudjisatoto ke Bawaslu Bojonegoro pada Kamis (9/5/2019). Tokoh ini menduga ada manipulasi data pendaftaran yang dilakukan caleg yang pernah mendapat putusan pengadilan dengan ancaman lima tahun lebih tersebut.

Berdasarkan undang-undang nomor 7 tahun 2017 tentang pemilihan umum menyebutkan, pasal 240 terkait bakal calon anggota DPR, DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/Kota adalah warga negara Indonesia dan harus memenuhi persyaratan sesuai ayat 1 poin (g). Caleg yang bersangkutan tidak pernah dipidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih, kecuali secara terbuka dan jujur mengemukakan kepada publik bahwa yang bersangkutan mantan terpidana.

Menurut Korbid Hukum, Data dan Informasi Bawaslu Bojonegoro, Mujiono, laporan ketua LSM Mliwis Putih itu tidak bisa diproses karena tidak memenuhi unsur formil dan material. "Meski demikian, laporan masyarakat ini kami tindaklanjuti sebagai informasi awal. Selanjutnya kami lakukan investigasi dan memeriksa pihak terkait. Hingga  akhirnya menjalani proses persidangan seperti sekarang," ujarnya.

Dalam sidang hari ini, majelis hakim menghadirkan saksi Bisri Choiron. Saksi yang menjabat Wakil Ketua PC organisasi bela diri Pagar Nusa Bojonegoro ini mengaku, dirinya berusaha membantu caleg yang merupakan rekan sejawatnya itu, untuk mempublikasikan diri di sebuah media cyber. "Atas saran teman-teman di Pagar Nusa, saya berusaha publikasikan lewat advertorial di media cyber Surabaya, ikilhojatim.com," ujarnya.

Saksi tidak bisa menjawab saat ditanya ketua majelis, mengapa memilih media dari luar Bojonegoro. Saksi juga tidak bisa menjelaskan, saat tim bawaslu Bojonegoro selaku pelapor, mempertanyakan status perusahaan media tersebut apakah sudah terdaftar di Dewan Pers atau belum.

Kepada majelis hakim, saksi juga mengaku tidak pernah tahu apakah advertorial itu benar sudah ditayangkan di media cyber tersebut atau belum. Saksi hanya menyebut, proses pemasangan advertorial itu dilakukan pada Juli 2018, melalui pimpred media online tersebut bernama Choirul Anam.

Pimred ikilhojatim.com ini sudah dipanggil majelis hakim dan sudah menyatakan sanggup untuk memberi keterangan di persidangan. Tapi hingga akhir persidangan, saksi dari media online ini tidak kunjung kelihatan di Kantor Bawaslu Jatim dan telepon genggamnya tidak bisa dihubungi.***