logo

LRT Jakarta Uji Coba Gratis Mulai Selasa Hari Ini

LRT Jakarta Uji Coba Gratis Mulai Selasa Hari Ini

Foto: Jakpro.
11 Juni 2019 13:37 WIB
Penulis : Pudja Rukmana

SuaraKarya.id - JAKARTA: Terhitung mulai Selasa (11/6/2019), Light Rail Transit (LRT) Jakarta melakukan uji coba publik. Warga Jakarta dalam waktu dekat sudah bisa memanfaatkan moda transportasi LRT tersebut sebagai alternatif angkutan umum Ibu Kota.

“Tujuannya adalah membuat masyarakat familiar terhadap teknologi transportasi baru LRT ini,” kata Melisa Sucianti, Corporate Communications Manager PT LRT Jakarta, Sabtu (8/6/2019) seperti dikutip dari Antara.

Melisa menyatakan, uji coba publik LRT pada Selasa, 11 Juni 2019, gratis dan berlaku untuk siapa pun. Syaratnya  telah mendaftar melalui laman resmi LRT Jakarta (www.lrtjakarta.co.id/uji-publik.html). 

Pada laman pendaftaran, masyarakat harus mengisi data diri dan memesan tiket sesuai tanggal yang diinginkan. Prosesnya kurang lebih sama ketika uji coba publik MRT Jakarta. 

Apabila proses pendaftaran tersebut telah selesai, pendaftar akan menerima tiket elektronik yang akan dikirimkan lewat e-mail. 

Tiket elektronik ini kemudian tinggal dibawa ke stasiun LRT sesuai tanggal yang dipesan untuk kemudian ditukar dengan tiket masuk 'single journey trip'.  

Pada uji coba ini, LRT Jakarta akan melayani lima stasiun, yakni Boulevard Utara, Boulevard Selatan, Stasiun Pulomas, Stasiun Equestrian, dan Stasiun Velodrome. 

Waktu operasionalnya dimulai pukul 05:30 WIB hingga pukul 23.00 WIB setiap harinya dan kereta datang setiap 10 menit sekali. 

Melisa berharap dengan adanya kesempatan uji coba publik ini, masyarakat mampu menjaga fasilitas bersama, terbiasa dengan budaya antre, tertib dan toleran terhadap sesama penumpang. 

Lebih jauh Melisa mengatakan bahwa nantinya stasiun-stasiun LRT akan memiliki retail area yang berisikan gerai-gerai makanan, busana, dan lain-lain. Namun, retail area ini masih belum dapat dinikmati sahabat LRT Jakarta saat uji coba, karena masih dalam proses realisasi. 

Uji Coba Cibubur-Ciracas, Juli

Dilansir Katadata.co.id, PT Adhi Karya (Persero) Tbk menargetkan uji jalur (test track) kereta ringan (Light Rail Transit/LRT) Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodabek) untuk lintas Cibubur-Ciracas pada Juli 2019. 

Saat ini perusahaan telah menyelesaikan bentang panjang atau longspan Jakarta Outer Ring Road (JORR) dan Cililitan sehingga jalur Cawang-Cibubur tersambung. 

Direktur Operasi II Adhi Karya Pundjung Setya Brata menjelaskan setelah dilakukan uji jalur pada lintas Cibubur-Ciracas, maka uji selanjutnya pada lintas Ciracas-Kampung Rambutan. "Juli diharapkan sudah mulai test track dengan kereta," ujarnya, Rabu (8/5/2019). 

Pada Maret lalu, Adhi Karya telah merampungkan tiga longspan di atas lintas LRT. Dua di antaranya berada di Lintas Pelayanan I, yaitu Cawang-Cibubur. Pelayanan I ditargetkan selesai paling awal, dan akan mencoba rangkaian LRT buatan PT Inka (Persero). 

Hingga akhir April pembangunannya telah mencapai 81persen. Longspan lain yang sudah terpasang berada di Lintas Pelayanan II, yaitu Cawang-Dukuh Atas. Proses pembangunannya telah mencapai 50 persen.

Perkembangan pembangunan lintas pelayanan Cawang-Bekasi Timur telah mencapai 55.414 persen. Untuk pekerjaan LRT-nya masih dalam tahap pembangunan struktur dan bentang panjang yang berada di Halim. 

Secara rinci, longspan JORR melintas di atas Jalan Toll JORR, Jalan Dukuh, dan Jalan Tol Jagorawi dengan struktur u-box girder. Panjang longspan yaitu 54-90-54 meter yang merupakan longspan u-box girder terpanjang di dunia. 

Kemudian, longspan Cililitan melintas di atas Jalan Tol Jagorawi dengan panjang 54-90-54 meter dengan struktur box girder. Longspan Cikoko membentang di atas jalur KRL di dekat Stasiun Cawang dan Jalan Cikoko Barat, juga dengan panjang 54-90-54 meter dan struktur box girder. 

LRT Masuk Bogor

Sebelumnya Presiden Joko Widodo telah membahas rencana perpanjangan jalur kereta ringan (Light Rail Transit/LRT) hingga ke Kota Bogor. Ini terjadi saat berbincang dengan Wakil Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim usai shalat tarawih berjamaah di Masjid Jenderal Besar Soedirman, Bogor, Minggu (5/5/2019).

Dedie menjelaskan, ketersediaan transportasi memang menjadi salah satu fokus pemerintahannya. "Konsen saya kan soal transportasi. Beliau menanyakan tentang dua hal. Pertama, kesiapan Kota Bogor terkait dengan proyek LRT masuk ke Kota Bogor," katanya di Bogor, Minggu (5/5/2019) malam. 

Kemudian, yang kedua, Jokowi menanyakan lokasi yang akan dijadikan sebagai stasiun LRT. “Nanti kami akan koordinasikan dengan pusat,” ujarnya. 

Menurut mantan Direktur Komisi Pemberantasan Korupsi itu, LRT mampu mengakomodasi mobilitas 120 ribu warga Bogor per hari. Ia memperkirakan 30 persen pengguna kereta rel listrik (KRL) akan beralih ke LRT dan 40 persen pengguna kendaraan roda empat akan beralih ke LRT.

Besarnya angka peralihan lantaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menerapkan sistem Electronic Road Pricing (ERC) pada 2020. Dengan penerapan ERC, pengguna mobil harus dua kali membayar tol. “Ini harus diantisipasi," katanya. 

Per akhir Maret lalu, Adhi Karya selaku kontraktor proyek LRT Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi (Jabodebek) menyatakan, lintasan pelayanan I Cawang-Cibubur sudah tersambung. 

Lintasan ini memang ditargetkan selesai paling awal dan akan menjadi sarana uji coba rangkaian kereta (trainset) LRT buatan Inka. “Target kedatangan trainset pada akhir 2019,” tulis Adhi Karya dalam keterangan persnya, akhir Maret. 

Hingga 22 Maret 2019, perusahaan menyatakan progres pekerjaan LRT Jabodebek secara keseluruhan telah mencapai 59,64%. 

Rinciannya, progres pada lintas pelayanan I Cawang-Cibubur 79,69 persen, lintas pelayanan II Cawang-Kuningan-Dukuh Atas 47,95 persen, dan lintas pelayanan III Cawang-Bekasi Timur sebesar 53,84 persen. Sesuai kontrak, nilai investasi untuk penyelesaian tiga lintasan ini sebesar Rp29,9 triliun. ***

Editor : Pudja Rukmana