logo

Awas, Pendatang Baru Bisa Menimbulkan Masalah Sosial

Awas,  Pendatang Baru Bisa Menimbulkan Masalah Sosial

Bubaran buruh pabrik. (foto, ist)
11 Juni 2019 00:18 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Pendatang tanpa keterampilan dapat meningkatkan angka pengangguran di DKI. Demikian dikatakan Sekretaris Eksekutif Institut Kebijakan Alternatif Perburuhan Indonesia atau Labor Institute Indonesia Andy William Sinaga di Jakarta, Senin (10/9/2019).

Seperti dilansir dari Antara, menurut dia, meningkatnya angka pengangguran di Jakarta akan menimbulkan masalah sosial dan kerawanan sosial. Seperti tidak mempunyai tempat tinggal yang membuat mereka membangun pemukiman ilegal, menjamurnya pedagang kaki lima, pekerja informal (petugas parkir gadungan), serta kerawanan sosial yakni peningkatan kriminalitas dan tawuran.

Dikemukakannya, ada empat alasan para pendatang baru masuk ke Jakarta. Pertama kebijakan Gubernur Anies Baswedan yang membuka pintu bagi pendatang baru masuk ke Jakarta. Kedua, banyaknya pembukaan lahan baru seperti pembangunan perumahan dan apartemen di Jakarta yang semakin masif.

"Pabrik-pabrik di kawasan industri di Jakarta akan merekrut pekerja kontrak baru, dan jarak tempuh dari berbagai kota di Jawa ke Jakarta yang sudah semakin singkat karena akses tol trans-Jawa," tuturnya.

Guna mengantisipasi munculnya hal-hal yang buruk, diusulkannya, agar Gubernur DKI Jakarta untuk melakukan operasi yustisi. Untuk mendata para pendatang baru tersebut.

"Paling tidak memeriksa surat pengantar atau surat pindah dari daerah asal. Agar dapat didata, dan bila perlu segera dapat dilatih dan disalurkan ke tempat kerja yang tersedia sebagaimana janji Gubernur Anies. Sehingga, para pendatang tersebut tidak menimbulkan masalah baru bagi Ibu Kota," paparnya.

Editor : Yon Parjiyono