logo

Buka Malam Hari Pengunjung Museum Kota Tua Menyemut

Buka Malam Hari Pengunjung Museum Kota Tua Menyemut

Dari kiri atas searah jarum jam: Pemandangan malam hari dari balkon MSJ. Pengunjung menyemut di Taman Fatahillah senja hari. Lukisan perang tentara Mataram melawan tentara VOC. Maket gereja Oud Batavia.
10 Juni 2019 17:10 WIB
Penulis : Dwi Putro Agus Asianto

SuaraKarya.id - JAKARTA: Dalam uji coba buka sampai malam hari pukul 20.00 WIB, museum museum di Kota Tua Jakarta sejak 6 - 9 Juni dibanjiri pengunjung. Bahkan Museum Seni Rupa dan Keramik (MSRK)  di sebelah timur Taman Fatahillah dua hari terakhir pada 8 dan 9 Juni pengunjungnya mencapai 5.013 orang (termasuk 18 orang wisatawan mancanegara/wisman) dan 4.730 ( 21 wisman). Ini dapat dikatakan lebih 5 kali lipat dari akhir pekan bulan bulan biasa.

Sedang Museum Wayang   pengunjungnya mencapai 4.859 orang (8 wisman) dan 4.268 orang (16 wisman).
Museum Sejarah Jakarta (MSJ),  lebih banyak lagi pengunjungnya. 

Sesuai laporan Kasubbag Tata Usaha MSJ, H Namin, dua hari terakhir melonjak menjadi 16.326 orang (termasuk 220 wisman) dan 14.426 orang (164 wisman).

"Lebaran tahun lalu pengunjungnya mencapai 15.000 lebih," ujar Namin memberikan perbandingan.

Mengenai pengunjung Museum Seni Rupa dan Keramik (MSRK), ternyata buka malam telah  mendongkrak kunjungan wisatawan ke museum itu cukup drastis.
"Baru kali ini Museum Seni Rupa dan Keramik (MSRK)  mengalahkan Museum Wayang dalam jumlah pengunjung. Biasanya kami selalu nomor 2 setelah Museum Wayang," kata Kepala Satuan Pelayanan (Kasatpel) MSRK, Hari Prabowo, SSn, Senin (10/6/2019).

Karena itu Hari Prabowo setuju saja museumnya  buka sampai malam hari pukul 20.00. Namun itu diberlakukan bukan tiap hari melainkan seminggu sekali. "Bisa tiap Sabtu atau tiap hari Minggunya," kata Hari yang alumnus UNS Surakarta itu.

Kasatpel Museum Wayang, Sumardi S.Sos dapat memaklumi perlunya museum buka sampai malam hari. Namun kalau tiap hari terasa berat bagi personelnya yang terbatas dan daya listriknya.

"Tadi air sempat mati," kata Sumardi di kantornya Sabtu (8/6/2019) malam. Itu karena daya listriknya dibutuhkan untuk lampu  penerangan museum termasuk di ruang pamer koleksi.

Kepala Unit Pengelola Museum Kesejarahan Jakarta Dra Sri Kusumawati juga mengatakan kelihatannya  bagi petugas dirasakan berat bila museum di Kota Tua harus buka malam tiap hari. Sebab jumlahnya terbatas.

"Ini sedang dievaluasi untuk dilaporkan kepada pimpinan," kata Sri Kusumawati..
Uji coba museum milik DKI di Kota Tua buka dari pukul 08.00 sampai 20.00  mulai 6 - 9 Juni 2019  atas instruksi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Eddy Junaedi.

Kunjungan wisatawan ke Museum Sejararah Jakarta pada Sabtu (8/6/2019) sejak sore begitu berjubel di pintu  masuk Taman Fatahillah dari arah Jl. Lada.

Maghrib sampai Isyak ribuan pengunjung banyak yang duduk lesehan di lantai Taman Fatahillah yang terbuat dari lempengan batu andesit. Di beberapa tempat sampah berserakan padahal tong sampah cukup banyak tersedia di plaza taman itu. Kelihatan juga satu dua petugas kebersihan dari UPK Kota Tua bertugas menyapu di sela sela kerumunan wisatawan.

"Mengenai itu sebetulnya  UPK Kota Tua telah mengerahkan tenaga CSnya maksimal. Juga  dibantu Dinas LH. Tetapi tak terkejar dengan massa yang menyampah yang memang luar biasa jumlahnya," kata Sri Kusumawati.

Namun dia melihat sendiri setelah pukul 22.00 kebersihan diintensifkan. "Sebelum dinihari biasanya sudah bersih kok," ujarnya.

Kepala UPK Kota Tua Norviadi Setio Husodo yang sedang pendidikan di Asrama Diklat Kepemimpinan di Bogor yang dihubungi  suarakarya.id.kemarin menjelaskan UPK Kota Tua menurunkan 15 orang  petugasnya untuk mendukung Museum Kota Tua buka malam hari. Sambil menunjukkan foto foto mereka sedang bertugas, Norviadi meyakinkan mereka bekerja maksimal.

     Tata Pamer Menarik

Lain di Taman Fatahillah lain pula di dalam museum. Selama uji coba ini dalam Museum Sejarah Jakarta tata letak  dan tata pamernya telah diubah sedemikian rupa sehingga lebih menarik dengan pencahayaan yang spesifik.

Objek pandangan dibuat fokus dengan teks narasi yang cukup. "Tata pamernya sekarang bagus. Cukup menarik," kata H Abu Galih pengamat pariwisata dan  budaya yang sering mengunjungi Museum Sejarah Jakarta sejak tahun 1990-an.

Dari balkon museum itu tampak pengunjung menyemut di plaza Taman Fatahillah dari depan Museum Wayang, depan Cafe Batavia, gedung Jasindo sampai depan Kantor Pos.

Mengenai tata pamer dan tata cahaya museum itu,  Kasatpel MSJ Galih Hutama Putra hanya menjawab itu semua berkat kerja keras tim dengan pengarahan seniornya.

"Berkat arahan Bu Atik," tambahnya. Yang disebut Bu Atik tak lain Kepala UP   Museum Kesejarahan Jakarta Sri Kusumawati.

Sementara  Museum Magic Art 3 D yang berlokasi di Jl Kalibesar Timur, Kota Tua liburan lebaran ini juga dibanjiri pengunjung. Dengan kebijakan Museum Kota Tua Buka Malam Hari 6 - 9 Juni , Museum 3D itu juga ikut kebanjiran pengunjung.

"Dalam rangka Libur Lebaran animo masyarakat yang berkunjung ke Magic Art 3D Museum sangat tinggi. Dari tanggal 5 Juni  sampai sekarang ramai terus. Sehari sampai 1.500 orang pengunjung," kata Ernida Rere Aryani, Direktur museum tersebut. Kebanyakan mereka berkompok dari sekolah-sekolah. ***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto