logo

Tidak Ada ASN Jatim Yang Bolos

 Tidak Ada ASN Jatim Yang Bolos

10 Juni 2019 15:10 WIB
Penulis : Andira

SuaraKarya.id - SURABAYA: Himbauan Pemprov Jatim merespon positif para aparat sipil negara (ASN) di lingkungannya yang hadir saat hari pertama masuk kerja, Senin (10/6/2019). Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memastikan tidak ada ASN yang absen tanpa keterangan di hari pertama masuk kerja.

Menurut Gubernur Khofifah, sejak dua hari lalu pihaknya sudah melakukan koordinasi intens bersama Sekda Prov Jawa Timur. "Kehadiran ASN Pemprov Jawa Timur seratus, persen kecuali yang sedang cuti," ujarnya, Senin (10/6/2019).

Dari total 22.900 ASN Pemprov Jatim, 718 orang tidak hadir di lingkungan kerjanya. Tapi, semua ASN yang tidak masuk kerja itu sudah menyampaikan keterangan yang jelas.

Dari jumlah sebanyak itu, ASN yang cuti sebanyak 201 orang, yang izin dengan alasan sah sebanyak 55 orang, ASN yang melaksanakan dinas luar sebanyak 395 orang, dan yang tugas belajar ada sebanyak 67 orang.

Sementara momen hari pertama masuk kerja ini dimanfaatkan gubernur perempaun pertama di jatim ini untuk bersilaturahmi dan halal bi halal di Kantor Gubernuran di Jalan Pahlawan. Menurutnya, halal bi halal ini bukan hanya sekedar saling maaf memaafkan, tapi juga dalam rangka menyalurkan energi positif ke para ASN dan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Jawa Timur.

Pihaknya berharap, energi para petinggi Pemprov Jatim, energinya, energi Wagub, Sekda, energi kami, dan seluruh pimpinan OPD bisa mengalir saat mereka saling bertatap mata dan memberi senyum. Pihaknya berharap, semua semuanya akan termotivasi untuk bisa meningkatkan seluruh dedikasi yang bisa dibaktikan untuk memuliakan masyarakat Jawa Timur.

Pada bagian lain, Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini juga telah menerjunkan Inspektorat dan Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Kota Surabaya untuk mendata Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bolos di hari pertama masuk kerja. Mereka sudah terjun ke OPD, Kecamatan, Kelurahan, dan Puskesmas untuk mendata ASN yang bolos.

Pihaknya akan menentukan sanksi bagi yang bolos di hari pertama kerja. "Kita cari tahu, tidak masuknya apakah karena sakit atau sebab lain. Biasanya nanti ada sanksi dari Inspektorat kalau alasannya tidak jelas," ujarnya.***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto