logo

Rafael Nadal: Dari Mimpi Gila Ke Rekor Yang Tak Tersentuh

Rafael Nadal: Dari Mimpi Gila Ke Rekor Yang Tak Tersentuh

Rafael Nadal, mimpi gila membutuhkan upaya gila pula
10 Juni 2019 01:32 WIB
Penulis : Gungde Ariwangsa SH

SuaraKarya.id - PARIS: Ketika itu, tanggal 3 Juni 1986, di Manacor, Spanyol lahir seorang bayi laki-laki yang  diberi nama Rafael Nadal. Dia kemudian digembleng dalam olahraga tenis di lapangan tanah liat yang bertebaran di Negeri Matador. Bak gayung bersambut Nadal ternyata memiliki semangat luar biasa bahkan mimpi gila untuk menjadi juara. Menjelmalah dia menjadi petenis top dunia dengan julukan Raja Lapangan Tanah Liat.

Kegigihan Nadal tidak pernah kendor untuk selalu menjadi yang terbaik. Meskipun usianya terus bertambah namun prestasinya tidak menyurut. Bahkan makin mocer.

Enam hari setelah menyentuh usia 33 tahun, tepatnya Minggu, 9 Juni 2019, Nadal makin mengukuhkan dirinya sebagai penguasa lapangan tanah liat. Dia menjuarai turnamen grand slam Prancis Terbuka 2019 setelah di final kembali menaklukkan bintang Austria yang lagi naik daun Dominic Thiem 6-3, 5-7, 6-1, 6-1. Tahun lalu Nadal juga memupuskan mimpi Thiem untuk meraih gelar di Roland Garros, Paris.

"Saya tidak bisa menjelaskan apa yang telah saya raih dan bagaimana perasaan saya. Ini adalah mimpi," kata Nadal.

"Bermain untuk pertama kalinya pada 2005 - saya tidak pernah berpikir pada 2019 saya masih berada di sini. Ini momen yang luar biasa dan sangat istimewa bagi saya."

Bagi Nadal, ini bukan saja sukses mempertahankan gelar namun juga hattrick tiga kali menjuarai Prancis Terbuka. Selain itu, dia mencatat rekor bersejarah sebagai petenis pertama yang juara 12 kali pada satu turnamen grand slam. Rekor yang akan sukar bahkan tidak akan pernah tersentuh selanjutnya.

"Rekor gelar Prancis Terbuka Rafael Nadal 12 tidak akan pernah tersentuh dalam sejarah olahraga kami," ujar para komentator tenis seperti dilansir the guardian.

Meskipun kental dengan julukan raja lapangan merah namun bukan berarti Nadal tidak mampu melakukan yang terbaik di jenis lapangan lainnya. Dia juga mampu meraih gelar grand slam di jenis lapangan berbeda di Australia Terbuka, Amerika Serikat Terbuka dan Wimbledon.

Secara total, Nadal mengoleksi 18 gelar grand slam. Hanya terpaut dua gelar lagi dari rekor 20 grand slam yang kini dipegang Roger Federer (Swiss).  

Perusahaan aparel oleharaga Nike dalam twetter memuat untaian kata-kata yang memuji kegigihan Nadal. "Crazy dreams take crazy effort. 18 career majors. 12 French titles. Congratulations."

Masihkah Nadal mempunyai mimpi gila setelah mencatat rekor yang ke depannya tidak akan mungkin tersentuh? Misalnya memburu tambahan gelar grand slam untuk menyamai atau bahkan melewati rekor Federer? Bukan hanya Nadal, setiap orang bisa bermimpi gila untuk mengubah dunia. Namun untuk mewujudkan mimpi gila itu dibutuhkan perjuangan yang gila pula. ***