logo

Kerahkan Personel, PMI Respon Tanggap Darurat Banjir Di Samarinda

Kerahkan Personel, PMI Respon Tanggap Darurat Banjir Di Samarinda

Banjir di Kota Samarinda. (foto, ist)
09 Juni 2019 19:24 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - SAMARINDA: Respons tanggap darurat dilakukan Palang Merah Indonesia (PMU) dengan mengerahkan personel ke lokasi banjir yang melanda Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (9/6/2019).

Pengerahan personel itu dimaksud untuk membantu penanganan bencana, membantu korban banjir. Khususnya, korban yang hingga kini rumahnya masih digenangi air.

"Pengerahan sumberdaya dilakukan, baik relawan maupun peralatan pendukung lainnya. Pengerahan personel ini setelah Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menetapkan status tanggap darurat bencana," jelas Kepala Markas PMI Provinsi Kaltim Mesdiono Matali, seperti dilansir dari Antara.

PMI Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kota Samarinda juga menurunkan tiga unit ambulans. Untuk membantu warga membutuhkan pertolongan. Seperti, mengevakuasi seorang Ibu hamil yang terjebak banjir di Jalan Gunung Lingai ke klinik Merdeka.

Sukarelawan PMI juga melakukan observasi terkait dampak yang diakibatkan dari bencana tersebut. Di samping, tetap melakukan evakuasi warga yang terjebak banjir.

Sukarelawan yang diterjunkan memberikan pelayanan kepada korban selama 24 jam. Sehingga, jika ada korban yang membutuhkan bantuan, dengan cepat personel menuju ke lokasi.

Seperti diketahui, hujan yang mengguyur Kota Samarinda sejak Sabtu, (8/6/2019) malam hingga Minggu (9/6/2019) pagi, membuat sebagian besar wilayah tergenang banjir. Banjir ini juga terjadi pada 6 Juni yang disebabkan hujan dengan intensitas sedang mengguyur Kota Samarinda sepanjang hari.

Akibatnya beberapa ruas jalan tergenang dan permukiman kebanjiran. Hingga saat ini hujan masih turun dan banjir pun belum surut, dengan rata-rata ketinggian 20 cm sampai 100 cm.

Dari pantauan relawan PMI yang bertugas di lapangan pada pukul 12.00 WITA tinggi air di Sungai Karang Mumus sempat mencapai 80 cm. Namun, perlahan surut dan terakhir ketinggiannya di angka 65 cm. ***

Editor : Pudja Rukmana