logo

Ashleigh Barty: Anak Hilang Yang Kembali Untuk Meraih Hadiah Istimewa

Ashleigh Barty: Anak Hilang Yang Kembali Untuk Meraih Hadiah Istimewa

Ashleigh Barty mengakhiri penantian panjang Australia selama 43 tahun
09 Juni 2019 00:37 WIB
Penulis : Gungde Ariwangsa SH

SuaraKarya.id - PARIS: Australia kini memiliki ratu tenis baru. Namanya Ashleigh Barty. Petenis berusia 23 tahun ini mengakhiri penantian panjang Negeri Kanguru selama 43 tahun untuk mencetak juara tunggal putri grand slam Prancis Terbuka di Roland Garros, Paris.

Barty mengakhiri paceklik panjang itu, Sabtu (8/6/2019) setelah pada pertarungan final tunggal putri Prancis Terbuka 2019 menaklukkan  remaja Ceko Marketa Vondrousova 6-1, 6-3. Ini menjadi gelar grand slam pertama Barty. Juga gelar pertama petenis putri Australia sejak Margaret Court berjaya pada tahun 1973.

Meskipun sudah memastikan kemenangan dalam 70 menit, Barty seperti tidak percaya mampu mencatat sejarah memenangkan gelar grand slam. Dia menuju ke tempat duduk timnya lalu mengangkat tangan ke udara. Kemudian dia bejongkok dan menunduk serta menjatuhkan diri di lapangan merah Roland Garros.

"Itu tidak bisa dipercaya, saya sedikit terdiam, saya memainkan pertandingan yang hampir sempurna," kata Barty. Sudah dua minggu ini gila."

Dia mengaku bangga pada dirinya dan timnya setelah  dua minggu melakoni perjuangan yang luar biasa. Kebangga menyelimutinya dengan apa yang dicapainya.

“Ini adalah tempat khusus untuk orang Australia di sini. Sam (Stosur) telah melakukannya dengan baik di sini sebelumnya dan datang begitu dekat. Sudah dua minggu yang ajaib.

Barty akan naik ke peringkat kedua di dunia ketika klasemen terbaru dirilis minggu depan, menjadikannya wanita Australia berperingkat tertinggi sejak Evonne Goolagong Cawley pada Desember 1976.

Memang sukar dipercaya. Jangankan Barty, banyak pecinta tenis pun tidak menyangka pemain kelahiran Ipswich, Queensland itu  akan menjadi juara baru tunggal putri di Paris. Pasalnya dia hanya menempati unggulan delapan dan sebelumnya tidak pernah terdengar melakukan hal istimewa di ajang grand slam lainnya.

Perjalan Barty di Prancis Terbuka dan juga tenis bak dongeng. Putri dari pasangan suami-istri, Robert dan Josie Trending ini seperti anak hilang yang kembali ke pangkuan ibunya untuk memberikan hadiah luar biasa. Dia sempat meninggalkan tenis untuk menekuni olahraga cricket.

Gelar  Grand Slam pertama Barty datang hampir tiga tahun sejak ia muncul kembali di peringkat WTA - di 623 - setelah mengambil lebih dari setahun untuk beralih olahraga. The Queenslander pensiun pada 2014 dan bermain untuk Brisbane Heat di Big Bash putri setelah mengatakan tenis adalah olahraga yang sepi.

Dia memutuskan untuk kembali pada awal 2016.  Bersama pelatih Craig Tyzzer dan Jason Stoltenberg sejak itu dia memenangkan empat gelar tur - termasuk Miami Terbuka pada Maret - serta gelar ganda putri AS Terbuka tahun lalu.

Prestasi itu adalah langkah penting dalam pendakian yang tajam menuju kesuksesan yang menakjubkan di Paris. Persembahan istimewa dan bersejarah dari si anak hilang untuk tenis dan sudah pasti untuk Australia. ***

Perjalanan Barty Merebut Gelar
Putaran pertama Jessica Pegula 6-3 6-3
Babak kedua Danielle Collins 7-5 6-1
Putaran ketiga Andrea Petkovic 6-3 6-1
Putaran keempat Sofia Kenin 6-3 3-6 6-0
Perempat Final Madison Keys [14] 6-3 7-5
Semi-final Amanda Anisimova 6-7 (4-7) 6-3 6-3
Final Marketa Vondrousova 6-1, 6-3

Editor : Gungde Ariwangsa SH