logo

Ketua KATAR SGY: Sanksi Tegas Terhadap ASN Yang Bolos

Ketua KATAR SGY:  Sanksi Tegas Terhadap ASN Yang Bolos

Ketua Katar Sugiyanto
08 Juni 2019 19:52 WIB
Penulis : Yon Parjiyono

SuaraKarya.id - JAKARTA: Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan diminta tegas terhadap para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bolos, tanpa alasan yang jelas pada hari pertama pasca libur Lebaran, Senin (10/6/2019) lusa.

Orang nomor satu di jajaran Pempriv DKI ini disarankan agar para ASN yang mangkir itu dikumpulkan di Monas agar masyarakat melihat siapa saja yang malas di DKI.

"Bolos pada hari pertama kerja pasca libur Lebaran mungkin bisa dianggap sebagai penyakit menahun bagi segelintir ASN di lingkungan Pemprov DKI, karena setiap tahun ada saja yang tidak masuk setelah libur Lebaran, tanpa alasan yang jelas," kata Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (Katar) Sugiyanto, Sabtu (8/6/2019).

Ia menegaskan, budaya jelek seperti itu harus dihentikan, karena selain memberi contoh yang buruk bagi PNS lain, juga akan membuat layanan terhadap publik terganggu.

"Bahkan jika perlu, pejabat yang anak buahnya kedapatan tidak masuk pada hari pertama kerja pasca libur Lebaran tanpa alasan yang jelas, juga dikenai sanksi agar ke depan pengawasannya lebih melekat agar kinerjanya meningkat," ucapnya.

Untuk hal tersebut, SGY meminta Anies segera menerbitkan surat imbauan kepada PNS agar jangan coba-coba membolos pada Senin (10/6/2019).

"Mereka yang bengal, kenakan sanksi sesuai PP Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS. Jika perlu kumpulkan mereka di Monas agar masyarakat melihat PNS DKI yang mana saja yang malas dan gemar membolos, meski telah diberi libur cukup lama," tuturnya.

SGY berharap ASN DKI dapat bersinergi dengan baik dengan Gubernur Anies Baswedan demi terwujudnya visi Anies menjadikan Jakarta sebagai kota yang maju dan kota dengan warga yang bahagia. Seperti diketahui, tahun ini libur dan cuti bersama Lebaran 2019 untuk ASN cukup panjang, yakni 11 hari. Sesuai ketetapan tiga menteri, cuti bersama Lebaran ditetapkan pada 3, 4 dan 7 Juni karena Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah jatuh pada 5 dan 6 Juni 2019. Namun karena 30 Mei yang jatuh pada hari Kamis merupakan hari Kenaikan Isa Al Masih dan merupakan hari libur, maka hari Jumat 31 Mei 2019 PNS pun diliburkan karena merupakan hari kejepit.

Selain itu, karena 8 Juni merupakan hari Sabtu, maka libur PNS diperpanjang hingga Minggu (9/6/2019) dan baru masuk Senin (10/6/2019). Praktis, libur dan cuti bersama Lebaran untuk PNS pada tahun ini berlangsung selama 11 hari. Sementara itu, PP Nomor 53 Tahun 2010 mengancam PNS dengan tiga jenis sanksi, yakni sanksi ringan yang antara lain berupa teguran secara lisan atau tertulis; sanksi sedang yang antara lain berupa penundaan kenaikan gaji berkala selama satu tahun dan penundaan kenaikan pangkat selama satu tahun; serta sanksi berat yang antara lain berupa pembebasan dari jabatan.

Editor : Yon Parjiyono