logo

Buka Malam Hari Pengunjung Museum Di Kota Tua Melonjak 5 Kali Lipat

Buka  Malam Hari Pengunjung Museum Di Kota Tua Melonjak 5 Kali Lipat

08 Juni 2019 07:18 WIB
Penulis : Dwi Putro Agus Asianto

SuaraKarya.id - JAKARTA:  Diuji coba buka sampai  malam hari pukul 20.00 WIB  museum-museum di Kota Tua pengunjungnya melonjak 5 kali lipat, bahkan lebih dibandingkan hari hari sebelumnya.

Hal itu dapat dilihat dari data pengunjung 3 museum milik Pemprov DKI Jakarta pada tanggal  6 dan 7 Juni 2019 yang diungkapkan masing masing museum.

Yaitu Kepala Satuan Pelayanan Kasatpel) Museum Seni Rupa dan Keramik Hari Prabowo SSn, Kasatpel Museum Wayang Sumardi S.Sos dan Kepala UP Museum Kesejarahan Jakarta Dra Sri Kusumawati secara terpisah Sabtu (8/6/2019) dan Jumat (7/6/2019) malam yang lalu.

"Memang waktu bulan puasa Ramadhan pengunjung museum sepi. Tetapi pada liburan Lebaran pengunjungnya meningkat 5 kali lipat dari hari biasa," kata Hari Prabowo, Sabtu (8/6/2019).

Tercatat pengunjung Museum Seni Rupa dan Keramik pada Kamis (6/6/2019) mencapai 2.137 orang , termasuk wisatawan mancanegara (wisman) 12 orang dari China, Belanda, Afrika Selatan, Jerman dan Perancis.

Hari berikutnya Jumat (7/6/2019) sampai pukul 20.00 jumlah pengunjungnya meningkat menjadi 2.526 orang termasuk 8 orang wisman dari Filipina, AS dan China.

Untuk Museum Wayang  hari kedua Lebaran (6 Juni 2019) pengunjungnya mencapai 3.327 orang. Termasuk 21 orang wisatawan mancanegara dari Belanda, Prancis, China, Jepang dan Korea. Hari berikutnya,  Jumat (7/6/2019) pengunjungnya mencapai 3.432 orang termasuk 24 wisatawan mancanegara dari Belanda, Korea dan China.

Kepala Satuan Pelayanan  (Kasatpel) Museum Wayang UP Museum Seni, Sumardi, S.Sos, mengungkapkan hal itu Jumat (7/6/2019) malam. "Ternyata selama uji coba dua hari sampai malam ini pengunjungnya kembali meningkat," kata Sumardi.

Padahal selama bulan Ramadhan hingga 4 Juni 2019 pengunjung Museum Wayang hanya ratusan orang saja.
"Uji coba buka  malam hari ini berlangsung sampai 9 Juni nanti," ujar Sumardi.

Yang menggembirakan kata Sumardi, apresiasi pengunjung terhadap wayang sebagai warisan budaya dunia yang sudah diakui UNESCO sejak November 2003 itu cukup tinggi. Usai menyusuri ruang pamer,  para pengunjung museum menyerbu toko cinderamata untuk beli berbagai bentuk wayang yang dijajakan di situ.

Menyusutnya pengunjung museum di bulan puasa yang baru lalu  juga dialami Museum Sejarah Jakarta (MSJ)  yang diungkapkan oleh Kepala  UP Museum Kesejarahan Jakarta,  Dra Sri Kusumawati maupun Kasubbag Tata Usahanya H Namin.

Tetapi saat Lebaran kedua  pengunjung MSJ meningkat lagi. Tercatat pengunjung Kamis (6/6/2019) mencapai 11.650 orang termasuk 170 orang Wisman dari China, Singapura, Belanda, Philipina, AS dan Jerman.

Hari berikutnya Jumat (7/6/2019) pengunjungnya tetap membludag sebanyak 11.122 orang,  termasuk wisatawan mancanegara 131 orang dari berbagai negara.  Terbanyak dari China, Belanda, Malaysia, Jepang, Filipina, Jerman  dan Peru.

Pengamat pariwisata dan  budaya H Abu Galih mengatakan meningkatnya jumlah pengunjung  museum museum  tersebut karena kini masuk masa liburan sekolah dan sudah usai puasa.

Sesuai catatan Kasubag TU Museum Kesejarahan Jakarta, H.Namin,  Ramadhan yang baru lalu pengunjung MSJ pada 7 Mei 2019 hanya 134 orang, termasuk 35 orang wisman. Pada 8 Mei 2019  menjadi 660 orang termasuk 35 orang wisman.

"Museum di Kota Tua  buka malam hari juga merupakan keindahan tersendiri. Dengan tata cahaya yang cantik tiap koleksi di ruang pamer museum terlihat lebih atraktif," kata Abu Galih.

Ditambah gedung museumnya  yang memang antik membuat pengunjung merasakan keindahan tersendiri menjelajah ruang demi ruang gedung kuno tersebut.

H Namin menyebutkan pengunjung MSJ dalam bulan Ramadhan yang baru lalu menyusut tajam. Yang biasanya sehari antara 1.000 sampai 2.000 pada hari biasa dan 3.000 sampai 6.000 orang pada akhir pekan, pada bulan puasa turun drastis tinggal ratusan orang sampai 1.200-an saja.

Namun sekarang kembali banyak pengunjung. Mereka  kelihatan betah  menikmati tiap ruang pamer dalam museum itu.

Sri Kusumawati menjelaskan MSJ buka sampai malam hari ini baru uji coba yang berlaku sampai dengan 9 Juni 2019.
"Setelah itu dievaluasi  apakah diteruskan atau tidak," katanya.

Sementara Ketua Asosiasi Museum Indonesia (AMI) DKI Jakarta Paramita Jaya, Yiyok T Herlambang juga mengikuti perkembangan   tersebut.

"Untuk  sementara ini museum BI dan Museum Mandiri di Kota Tua masih buka sampai jam 16.30 an. Nanti kita lihat kembali apakah memungkinkan akan dibuka sampai jam 20.00 . Sebab harus memperoleh persetujuan dari Kantor pusat masing masing  terkait dengan SDM dan lain lain," ujar Yiyok.

Nanti hal itu akan disounding ke masing masing museum agar dapat diakomodasikan. ***