logo

Intensitas Hujan Turun, Enam Desa Di Banyumas Alami Kekeringan

Intensitas Hujan Turun, Enam Desa Di Banyumas Alami Kekeringan

Warga antri air bersih., (foto, ist)
07 Juni 2019 19:22 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - PURWOKERTO: Sudah enam desa di wilayah Banyumas, Jawa Tengah mulai mengalami krisis air bersih menyusul curah hujan yang terus menurun. Demikian informasi yang disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) wilayah tersebut.

"Hingga hari ini sudah enam desa yang mulai mengalami krisis air bersih," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banyumas Ariono Poerwanto, seperti dilansir dari Antara, di Banyumas, Jumat (7/6/2019).

Disebutkannya, ke enam desa tersebut antara lain, Desa Banjarparakan Kecamatan Rawalo, Desa Nusadadi Kecamatan Sumpiuh, Desa Karanganyar, Kecamatan Patikraja dan Desa Kediri, Kecamatan Karanglewas. Ditambah lagi, Desa Srowot, Kecamatan Kalibagor dan Desa Pekuncen, Kecamatan Jatilawang.

"Permintaan pendistribusian air bersih dari warga Desa Srowot, Kecamatan Kalibagor dan Desa Pekuncen, Kecamatan Jatilawang masuk ke kami pada H-1 Lebaran 2019," jelas dia.

Untuk itu, imbuhnya, pihaknya sudah menyalurkan air bersih ke desa-desa yang terdampak kekeringan guna membantu warga yang membutuhkan. Sebelumnya, dia juga menyampaikan akan tetap menyiagakan tim selama libur Lebaran 2019 untuk mengantisipasi kekeringan dan krisis air bersih.

"Tim kami tetap siaga selama libur Lebaran. Guna menghadapi kemungkinan adanya permintaan dari masyarakat yang membutuhkan pendistribusian air bersih," katanya. Kepada masyarakat yang di wilayahnya mengalami krisis air bersih dan kekeringan, dikatakannya, bisa menyampaikan informasi ke Kantor BPBD Banyumas. 

"Walaupun libur Lebaran, namun tim kami tetap siaga, sehingga masyarakat jangan ragu melaporkan jika di wilayahnya mengalami kekeringan," tuturnya.

Editor : Gungde Ariwangsa SH