logo

Jembatan Waer Kaputi, Taniwel SBB, Provinsi Maluku Terputus Warga Terisolir

Jembatan Waer Kaputi, Taniwel SBB, Provinsi Maluku Terputus Warga Terisolir

Jembatan Waer Kaputi, Perbatasan Taniwel-Hulung (SBB)
07 Juni 2019 12:21 WIB
Penulis : Yacob Nauly

SuaraKarya.id - AMBON:Jembatan Waer Kaputi tepatnya di Perbatasan Desa Taniwel dan Desa Hulung Kasie, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), terputus diterpa banjir  membuat warga sekitranya terisolir dari dunia luar.

:Cuaca buruk berupa  hujan dan angin kencang  menerpa Maluku khususnya Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB belakangan ini), mengakibatkan  dua jembatan jalan trans  Seram putus  dan tak bisa digunakan lagi.

Karena itu, perlu penanganan khsus dari pemerintah agar  warga yang mendiami  pulau Seram tak terisolir dari dunia luar  akibat  bernacana alam tersebut.

 Anggota DPRD Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, Ot Ely, mengaku prihatin karena jembatan Wae Kaputi, Kecamatan Taniwel Timur, mengalami kerusakan akibat derasnya luapan banjir sehubungan hujan dengan intensitas tinggi mengguyur daerah ini pada beberapa hari terakhir.

"Prihatin karena aktivitas transportasi dari Kecamatan Taniwel Timur ke Taniwel, selanjutnya ke Piru, ibu kota Kabupaten SBB lumpuh sebab jembatan Waer Kaputi tidak lagi bisa dimanfaatkan," katanya dihubungi dari Ambon, Jumat.

Dia mengemukakan, rusaknya jembatan Wae Kaputi yang lokasinya di antara Desa Taniwel dan Hulung, Kecamatan Taniwel Timur mengalami kemiringan pada bagian tengah ke arah pantai.

Jembatan Kaputi di antara Desa Taniwel dengan Desa Hulung, Kecamatan Taniwel Timur, kabupaten setempat itu terjadi kemiringan pada bagian tengah ke arah pantai karena derasnya banjir yang menghantam infrastruktur tersebut.

Legislator dari Partai Golkar dari Dapil Taniwel itu akan berkoordinasi dengan Ketua DPRD Kabupaten SBB, Julius Rotasouw karena menetap di wilayah Kecamatan Taniwel Timur untuk mengontak Bupati setempat, Yasin Payapo mengambil langkah penanganan darurat.

"Langkah penanganan darurat perlu dilakukan agar akses transportasi kembali lancar, selanjutnya Bupati SBB perlu melaporkan kepada Gubernur Maluku, Murad Ismail guna mengarahkan Badan Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) XVI (Maluku dan Maluku Utara) maupun Dinas PU Maluku untuk penanganan permanen," ujar Ot.

Dia juga prihatin dengan terputus total jembatan Waiokaka di perbatasan Kecamatan Elpaputih dengan Kecamatan Amalatu, sehingga aktivitas jalan trans Seram akses SBB ke Kabupaten Maluku Tengah dan Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) maupun sebaliknya lumpuh.

"Arus balik perayaan Idul Fitri 1440 Hijriah maupun aktivitas pemerintahan, pembangunan dan pelayanan sosial juga terpengaruh. Apalagi, wilayah Maluku saat ini mengalami kondisi cuaca ekstrem berupa hujan intensitas tinggi, gelombang tinggi dan angin kencang, sehingga masyarakat khawatir memanfaatkan jasa transportasi laut," tandas Ot.

Sebelumnya, Ketua Komisi C DPRD Maluku, Anos Jermias mengaku telah meninjau lokasi infrastruktur jalan dan jembatan di trans Seram.

"Saya baru kembali dari Pulau Seram dan saat ini jembatan Waikaka di perbatasan Kecamatan Elpautih dengan Kecamatan Amalatu terputus total. Begitu juga jembatan Kaiputi mengalami kemiringan karena tiang penyangga tengah dihantam derasnya banjir," katanya.

Anos juga mengaku telah melakukan koordinasi dengan Kepala Dinas PU Maluku, Ismail Usemahu untuk memprioritaskan pembuatan jembatan darurat sementara waktu agar bisa dilintasi warga.

"Apalagi sekarang masih suasana Lebaran sehingga akan ada aktivitas arus balik sehingga perlu diselesaikan pembuatan jembatan darurat secepatnya," tegas Anos, seperti dilansir dari Antara.  ***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto