logo

Pramono Anung: Idul Fitri Di Indonesia Sarat Kekeluargaan, Keakraban Dan Silaturahmi

Pramono Anung: Idul Fitri Di Indonesia Sarat Kekeluargaan, Keakraban Dan Silaturahmi

Foto Screenshot Setkab.go.id
05 Juni 2019 21:30 WIB
Penulis : Pudja Rukmana

SuaraKarya.id - JAKARTA: Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung mengatakan, sebagai ajang silaturahmi, Idul Fitri di Indonesia memiliki kekhasan yang unik. "Idul Fitri di Indonesia penuh dengan kekeluargaan, keakraban, dan silaturahmi," kata Pramono di kantornya, Kementerian Sekretaris Negara (Kemensetneg), Jakarta, seperti dilansir Setkab.go.id, Selasa (4/6/2019).

Menurut Pramono, Idul Fitri bermakna silaturahmi, saling memafkan, berkumpul, dan berbagi. Karena, momen itulah bagi yang sudah berhasil bisa membagikan rezekinya kepada keluarganya.

“Sehingga saya memaknai bahwa Idul Fitri itu mempersatukan secara emosional kepada keluarga-keluarga kita, tetapi juga kepada tetangga kita, kepada masyarakat kita,” ujar Seskab Pramono Anung.

Yang menarik, momen Idul Fitri di Indonesia betul-betul ditunggu dan membahagiakan, bukan hanya bagi orang-orang tua namun terutama juga bagi anak-anak. 

Seskab pun bercerita betapa semasa kecil dirinya betul-betul menunggu setiap datang moment Idul Fitri dan puasa dengan semangat yang luar biasa. Bahkan, hingga hari ini, Seskab mengaku juga merasakan hal yang sama. 

Tentu, kata Seskab, hal ini harus dirawat dengan sebaik-baiknya. “Apalagi sekarang ini ada sebuah tradisi baik, ketika Idul Fitri, kita berkunjung kepada orang yang kita tuakan, kepada orangtua kita, kepada masyarakat dan kepada tokoh (masyarakat),” ujarnya.

Di momen Idul Fitri-lah, tambah Seskab, semua orang bisa berbagi, bersilaturahmi, saling mengerti, memaafkan, dan tentunya bagi yang mendapatkan rezeki lebih banyak, waktunya berbagi kepada keluarganya.

Salah satu momen yang paling berkesan, kata Seskab, adalah ketika  masih kecil mendapatkan pembagian uang dari orang tua dan kemudian juga dari orang-orang yang dituakan. 

“Nah sekarang ketika kita sudah menjadi orang tua tentunya kita juga harus berbagi kepada yang perlu dan pantas untuk kita bagi,” ungkap Mas Pram, panggilan akrab Pramono Anung.

Jaga Keamanan dan Kenyamanan

Lebih jauh Seskab mengatakan Idul Fitri sekarang ini berbeda dengan Idul Fitri sebelum-sebelumnya. “Yang paling utama bagi masyarakat yang ada di Jawa, karena mereka sudah bisa memanfaatkan jalan tol dari Jakarta ataupun dari Banten sampai dengan Probolinggo,” ucapnya.

Menurut Seskab, hal ini harus disyukuri karena sudah barang tentu merupakan kenikmatan yang luar biasa dalam merayakan Idul Fitri. Ia pun berharap dengan infrastruktur ini mudah-mudahan momen Idul Fitri kali ini mampu memberikan kenyamanan dan keamanan para pemudik  selama di jalan. Dengan demikian, pemudik menjadi tidak terlalu capek.

Yang terpenting, libur panjang tak boleh membuat pemudik terlena sehingga ketika libur sudah berakhir, tidak cepat-cepat kembali pulang balik ke kota tempat tinggalnya, baik di Jakarta, Surabaya, maupun kota-kota besar lainnya. "Bekerja kembali seperti biasa, karena produktivitas itu menjadi hal yang utama,” kata Seskab berpesan.

Seskab pun sempat wanti-wanti, khususnya bagi pemudik yang pulkam ke Jawa, Sumatra ataupun daerah lainnya agar mereka senantiasa menjaga keamanan dan kenyamanan. Apalagi, mengingat infrastruktur sekarang sudah jauh lebih baik. 

“(Termasuk) bagi yang akan mudik ke Palembang, ke Padang kemudian ke Lampung,  mereka juga bisa memanfaatkan jalan tol yang sudah selesai,” ujarnya.

Akhirnya Seskab berharap semoga Idul Fitri kali ini dapat kembali mempersatukan bangsa seiring dengan selesainya Pemilu 2019 katrena adanya perbedaan politik. 

"Mudah-mudahan perbedaan yang kemarin, kita bisa saling memaafkan. Kita bisa saling menjaga bersama-sama untuk persatuan Indonesia. Selamat Hari Raya Idul Fitri,” kata Seskab. ***

Editor : Pudja Rukmana