logo

Pelaku Bom Kartasura Dipindah Ke RS Bhayangkara Semarang, Polisi Temukan Barang Bukti Di Rumahnya

Pelaku Bom Kartasura Dipindah Ke RS Bhayangkara Semarang, Polisi Temukan Barang Bukti Di Rumahnya

Pelaku peledakan bom bunuh diri Pos Pengamanan Pertigaan Tugu Tani Kartasura berada di IGD Rumah Sakit Bhayangkari Semarang, Selasa (4/6/2019). (Antara)
04 Juni 2019 08:50 WIB
Penulis : Dwi Putro Agus Asianto

SuaraKarya.id - SEMARANG: Perawatan medis lebih lanjut terhadap pelaku peledakan bom bunuh diri di Pos Pengamanan Pertigaan Tugu Tani Kartasura dipindahkan ke Rumah Sakit Prof Awaludin Djamin atau RS Bhayangkara, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Pelaku yang diketahui bernama Rofik Asharudin (22) dibawa menggunakan ambulans dengan pengawalan ketat dari anggota Densus 88 Antiteror serta Brimob Polda Jateng tiba di RS Bhayangkara pada Selasa, pukul 05.30 WIB.

Sebelum dibawa masuk ruang Instalasi Gawat Darurat untuk perawatan medis lebih lanjut, pelaku terlihat dalam kondisi sadar dengan bagian tangan dan kaki dibalut perban.

IGD RS Bhayangkara Semarang tampak dijaga oleh beberapa polisi bersenjata lengkap dan berpakaian preman.

Sebelumnya, seperti dilaporkan Antara, pelaku bom bunuh diri sempat dirawat di RS PKU Muhammadiyah dan RSUD Moewardi Surakarta.

Polisi telah melakukan penggeledahan dan menyita sejumlah barang bukti di rumah pelaku bom bunuh diri yang beralamat di Kampung Kranggan Kulon RT01/RW02, Desa Wirogunan, Kartasura, Kabupaten Sukoharjo.

Pelaku tinggal bersama kedua orang tua dan sehari-hari dikenal pendiam serta jarang berinteraksi dengan warga sekitar. 

         Penggeledahan

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Rycko Amelza Dahnie mengatakan petugas dalam penggeledahan di rumah pelaku bom bunuh diri menemukan barang bukti yang ada kaitannya dengan yang ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP) di pertigaan Tugu Tani tepatnya di depan Pospam Tugu Kartasura, Kabupaten Sukoharjo.

"Petugas, dari hasil penggeledahan, memang menemukan barang-barang yang ada kaitannya dengan kejadian di TKP," kata Kapolda usai penggeledahan di rumah pelaku bom bunuh diri, Selasa pagi.

Kapolda mengatakan korban yang diduga juga pelaku ini tinggal bersama orang tuanya di Kampung Kranggan RT 01 RW 02 Desa Wirogunan Kartasura Kabupaten Sukoharjo.

"Kami menduga hasil penggeledahan ada beberapa barang ditemukan yang ada kaitannya dengan di tempat kejadian. Karena, suasana masih gelap harus lebih berhati-hati dalam mengerjakannya," kata Kapolda.

Sehingga, kata Kapolda, perlu waktu untuk melakukan pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara di rumah ini.

"Kami masih perlu waktu tim dari Gegana, Laboratorium Forensik, dengan Inafis. Kami tunggu hasilnya pemeriksaan nanti," katanya.

Menurut dia, barang yang diamankan di lokasi kejadian perkara harus dilakukan pemeriksaan yang teliti oleh tim penjinak bom dari Mabes Polri.

Penemuan barang bukti di rumah pelaku ini semakin meyakinkan petugas dalam proses pembuktian.

"Pelaku terlibat jaringan apa baru bisa diungkap jika setelah dapat mengumpulkan semua bukti-bukti di TKP," katanya.

Polisi melakukan penggeledahan di rumah pelaku bom bunuh diri, yakni Rafik Absarudin (22), di Kampung Kranggan Desa Wirogunan Kartasura Kabupaten Sukoharjo, Selasa dini hari.

Polisi hingga kini masih menjaga ketat rumah pelaku bom bunuh diri dengan memasang garis polisi sehingga kondisi lokasi steril untuk warga sekitar. Penggeledahan  dilanjutkan Selasa ini.

***