logo

Mendagri Pimpin Upacara Pemakaman Hari Sabarno

Mendagri Pimpin Upacara Pemakaman Hari Sabarno

Foto: Istimewa.
01 Juni 2019 17:36 WIB
Penulis : Pudja Rukmana

SuaraKarya.id - JAKARTA: Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo yang juga Kepala Badan Pengelola Perbatasan (BNPP) dikabarkan memimpin upacara pemakaman mantan Mendagri Hari Sabarno di Sam Diego Hills Karawang, Jawa Barat, Sabtu pukul 13.30 WIB.

"Pukul 13.30 WIB (saya) menjadi inspektur upacara (Irup) pemakaman Almarhum Pak Hari Sabarno di San Diego Hills,” kata Mendagri Tjahjo di Jakarta, Sabtu (1/6/2019) seperti dikutip Antara.

Jenderal TNI (Hor) Hari Sabarno meninggal dunia karena sakit di usia 74 tahun di Rumah Sakit Cibubur, Bogor, Jumat (31/5/2019) malam.

 Mendagri di era pemerintahan Megawati Soekarnoputri itu lahir di Surakarta, 12 Agustus 1944. Hari Sabarno menyelesaikan pendidikan di Akademi Militer Magelang, lulus tahun 1967.

Selain menjabat sebagai Mendagri di Kabinet Gotong Royong, perwira tinggi TNI AD tersebut juga pernah menduduki posisi sebagai Wakil Ketua MPR dari Fraksi ABRI/TNI dan Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamananan (Menko Polhukam) menggantikan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Kami keluarga besar Kemendagri dan BNPP turut berdukacita atas meninggalnya Pak Hari Sabarno, semoga Almarhum ditempatkan di tempat yang terbaik dan Almarhum khusnul khotimah serta keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan, ketabahan dan keikhlasan," kata Mendagri Tjahjo Kumolo di Jakarta, Jumat (31/05/2019). 

Kabar Duka dari Virnie Ismail

Dilansir Detikhot.com, kabar duka meninggalnya Hari Sabarno juga disampaikan oleh artis Virnie Ismail dari postingan Instagram Story-nya. Ia menyampaikan mertuanya, Hari Sabarno, yang merupakan Perwira TNI (Purn) meninggal dunia menjelang Lebaran.

"InsyaAllah papa Khusnul Khotimah. Jumat terakhir di bulan suci Ramadhan. Al Fatihah utk papa tersayang Hari Sabarno," tulis menantu Almarhum Hari Sabarno itu

Hari ini (Sabtu - Red) rencananya mertua Virnie bakal dimakamkan. Tampak peti jenazah Hari Sabarno tertutup bendera Merah Putih terpampang dalam postingan Virnie Ismail.

Virnie juga tampak sedang bersalaman dengan pelayat di media sosialnya. Dari latar foto yang diunggahnya, jenazah mertuanya masih disemayamkan di rumah di kawasan Kota Wisata Cibubur.

"Al Fatehah untuk papa. I love you papa," tutur Virnie lagi.

Virnie Ismail juga didoakan oleh netizen untuk tetap sabar

Profil Hari Sabarno

Dilansir Detik.com, pria yang lahir 12 Agustus 1944 silam ini mengawali karirnya di militer sebagai Komandan Peleton dan Kasi-2 Brigade Infantri di Kodam Brawijaya tahun 1968-1975. Karir militernya semakin menanjak setelah ia dipromosikan menjabat Wakasospol dan Asospol Kasospol ABRI di Mabes ABRI, pada 1994-1995. 

Pada tahun 1995, Hari kemudian dipercaya mewakili ABRI di lembaga legislatif. Berkiprah di legislatif, Purnawirawan TNI itu terpilih menjadi Ketua Fraksi ABRI hingga Wakil Ketua MPR dari Fraksi TNI/Polri. 

Usai berkiprah di MPR, pria kelahiran Surakarta, Jawa Tengah itu dipercaya mengemban jabatan penting di Kabinet Gotong Royong. Tahun 2001, Hari ditunjuk menjadi Menteri Dalam Negeri Indonesia pada masa pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri.

Pada tahun 2004, Hari kembali mendapat kepercayaan dari Megawati. Dia didapuk menjadi Menteri Koordinator Politik dan Keamanan ad-interim pada masa pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri tahun 2001. Hari kala itu menggantikan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang mengundurkan diri.

Namun, kiprah Hari bukannya tanpa cela. Purnawirawan TNI itu pernah menuai kontroversi akibat kenaikan pangkatnya sebagai jenderal berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) 2004 yang dianggap melalui proses yang tidak transparan. Terlebih lagi, pengangkatan perwira lulusan Akademi Militer Magelang ini tidak melalui persetujuan Mabes TNI, melainkan didasari Putusan Presiden Nomor 6 Tahun 1990 yang sudah tidak berlaku.

Selain itu, selama berkiprah di kancah perpolitikan, Hari juga tercatat beberapa kali tersandung kasus korupsi. Pada tahun 2004-2005, dia terbukti terlibat kasus korupsi pengadaan mobil pemadam kebakaran pada 22 wilayah di Indonesia yang didalangi Hengky Samuel Daud dan mengakibatkan negara rugi miliaran rupiah saat menjadi Mendagri. Dalam kasus ini, Hari dijatuhi hukuman 2 tahun 6 bulan penjara dan pidana denda 150 ribu juta dengan subsider 3 bulan masa kurungan. ***

Editor : Pudja Rukmana